Minggu, 19 April 2026

Blok Mahakam

Ini Alasan Pemkab Kukar Ngotot Ingin Dapat Porsi PI Besar di Blok Mahakam

Namun demikian, Marli enggan memeruncing soal pembagian PI, di acara diskusi tersebut.

Penulis: Rafan Dwinanto |
tribunkaltim.co/rahmat taufiq
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kukar Marli 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kengototan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) mendapatkan porsi pembagian Participating Interest (PI) dari Blok Mahakam adalah hal wajar.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Marli, saat menjadi salah satu narasumber di seminar migas yang digelar di Rektorat Universitas Mulawarman, Rabu (14/6/2018).

"Justru apa kata dunia kalau kita tidak berjuang," kata Marli.

Seperti halnya Pemprov Kaltim, yang terus menerus didesak warga untuk memerjuangkan PI di Blok Mahakam, Pemkab Kukar, kata Marli, juga mendapat tekanan dari warganya agar mendapatkan pembagian PI lebih besar.

"Ya sama. Kami juga didemo kalau dapat kecil. Dikira, kami hanya diam saja dan tidak berjuang. Jadi wajar kalau kita ngotot," katanya lagi.

Namun demikian, Marli enggan memeruncing soal pembagian PI, di acara diskusi tersebut.

Marli sepakat, PI harus dikelola secara maksimal untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

"Intinya kami kan berjuang. Soal nanti Bupati menjadi Gubernur, itu kan nanti. Tapi yang jelas, kita sepakat, PI harus mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat," ucap Marli.

Dari informasi yang diterimanya, Marli menilai, pendapatan yang akan diperoleh daerah dari PI tersebut, bisa lebih besar dari APBD Kukar 2017 yang hanya sebesar Rp 3,1 triliun.

"Saya pernah intip data room dan peta-peta migasnya. Sekilas saya melihat, kalau ini terwujud, tanpa transfer dari pusat pun kita bisa sejahtera," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved