Berita Pemkab PPU

Zakat Fitrah Terendah Rp 20.000 dan Tertinggi Rp 35.000 per Orang di PPU

Terlebih dulu MUI, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan instansi terkait melakukan survei harga beras di seluruh pasar tradisional

Zakat Fitrah Terendah Rp 20.000 dan Tertinggi Rp 35.000 per Orang di PPU
HO/Humas Pemkab PPU
Bupati PPU Yusran Aspar sedang menunaikan kewajibannya membayar zakat fitrah. Zakat fitrah tahun ini di PPU ditetapkan terendah sebesar Rp 20.000 dan tertinggi Rp 35.000 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM-Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah menetapakan besaran nilai zakat fitrah yang wajib ditunaikan seluruh umat Islam.

Sebelum dilakukan penetapan Kemenag bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan instansi terkait melakukan survei harga beras di seluruh pasar tradisional yang ada di PPU, karena untuk penetapan nilai zakat fitrah berdasarkan harga beras di pasaran.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Syariah, Kantor Kemenag PPU Rofiqul Ikhwan menjelaskan, berdasarkan hasil hitungan besaran zakat fitrah yang telah ditetapkan sebelum Ramadhan itu tidak mengalami perbedaan dengan nilai zakat fitrah tahun lalu.

Untuk pembayaran zakat fitrah yang menggunakan beras sebanyak 2,5 kilogram per orang. Bila akan dibayar dalam bentuk uang, dengan kadar beras terendah sebesar Rp 25 ribu, kemudian kadar sedang Rp 30 ribu dan kadar tertinggi Rp 35 ribu per orang. “Hitungan dalam bentuk uang ini berdasarkan harga beras sesuai tingkatan kualitas. Jadi, warga yang membayar zakat dalam bentuk uang dan beras harus sesuai dengan yang dikonsumsi sehari-hari,” jelasnya.

Ia menyarankan kepada warga untuk membayar zakat fitrah dalam bentuk beras, karena pembayaran dalam bentuk beras tersebut dinilai lebih baik. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya lanjutnya, secara umum umat Islam di PPU membayar zakat fitrah dalam bentuk beras. “Untuk kalangan pegawai negeri sipil dan karyawan perusahaan mayoritas membayar zakat dengan uang,” ungkapnya.

Bagi warga yang ingin menunaikan kewajiban membayar zakat tersebut bisa langsung membayar di Baznas PPU maupun di unit pengumpul zakat setiap masjid. Pada umumnya, zakat yang dikumpulkan panitia masing-masing masjid akan didistribusikan kepada warga yang berhak menerima bantuan tersebut pada malam 1 Syawal.

Namuan demikian, ia mengimbau kepada panitia pengumpul zakat agar menyalurkan zakat tersebut kepada warga kurang mampu minimal dua atau tiga hari sebelum lebaran Idul Fitri. “Memang menyalurkan zakat paling afdal itu malam terakhir Ramadhan, tapi zakat tersebut didistribusikan pada malam terakhir itu, maka warga penerima manfaat tidak bisa memanfatkan secara maksiml bantuan itu pada saat hari raya. Apalagi bantuan itu dalam bentuk uang, bagaimana membelanjakan uang itu, untuk keperluan menyambut Idul Fitri.,” jelasnya. (advertorial)

Penulis: Samir
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved