Kayu Langka Asal Berau Gagal Edar di Sulsel

Pengungkapan itu bermula ketika tim Bea dan Cukai melakukan patroli di perairan Tanjung Mangkaliat, pada Kamis (8/6/2017) silam.

Kayu Langka Asal Berau Gagal Edar di Sulsel
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Kayu olahan ilegal jenis ulin diamankan di kantor Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Kamis (15/6/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penyidik SPORC Brigade Enggang, Seksi Wilayah II Samarinda, Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan bekerjasama dengan Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Kalimantan bagian Timur (Kanwil DJBC Kaltim), berhasil mengamankan satu unit kapal bermuatan kayu olahan ilegal jenis ulin dari Berau.

Pengungkapan itu bermula ketika tim Bea dan Cukai melakukan patroli di perairan Tanjung Mangkaliat, pada Kamis (8/6/2017) silam.

Lalu petugas bertemu dengan Kapal Layar Motor (KLM) Karya Indah yang dinahkodai oleh tersangka bernisial JM (28).

Saat dilakukan pemeriksaan, kapal tujuan Pangkep, Sulawesi Selatan itu mengangkut kayu olahan jenis ulin sebanyak kurang lebih 24 kubik.

"Berawal dari patroli laut yang dilakukan beberapa anggota kami di perairan Tanjung Mangkaliat, saat itu KLM ini melintas disekitar area patroli, dan langsung diminta untuk kurangi kecepatan untuk dilakukan pemeriksaan," tutur Kepala Sub Seksi Intelejen Bea dan Cukai Samarinda, Yonny Haryono, Kamis (15/6/2017).

Setelah itu pihaknya menggiring tersangka menuju Samarinda, untuk selanjutnya diserahkan ke Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita bawa ke Samarinda, untuk diserahkan penanganan kasusnya kepada Balai Gakkum," tutupnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved