Rudianto Janjikan 30 Jurnal, Fahutan Unmul Terbanyak Produksi Jurnal Internasional

"Kepada rektor, kami janjikan minimal kami bisa menghasilkan 10 kali lipat dari target yakni 30 jurnal internasional dalam setahun" kata Rudianto

Rudianto Janjikan 30 Jurnal, Fahutan Unmul Terbanyak Produksi Jurnal Internasional
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HADI PRASETYO
Ilustrasi. Dua mahasiswi sedang melenggang menuju fakultasnya melewatii kantor Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Unmul kini berupaya menjadikan diri sejajar dengan universitas-universitas top kelas dunia. 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Rafan Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Fakultas Kehutanan (Fahutan), menjadi fakultas tersubur dalam urusan menghasilkan jurnal internasional, di Universitas Mulawarman (Unmul). Hingga triwulan pertama 2017, Kampus Rimbawan ini sudah menerbitkan 16 jurnal internasional.

Dekan Fahutan Unmul, Dr Rudianto Amirta mengatakan, Fahutan memiliki kontrak kerja dengan Rektor Unmul Prof Masjaya. Sebagai universitas yang baru saja naik kelas menjadi akreditasi A, Unmul mewajibkan tiap fakultas menghasilkan minimal tiga jurnal internasional dalam setahun.

Sebagai informasi, Unmul berhasil meraih Akreditasi A, setelah 55 tahun berkutat di level Akreditasi B. Terobosan ini memposisikan Unmul sebagai perguruan tinggi negeri berakreditasi A pertama di Kalimantan, dan kedua di Indonesia Timur setelah Universitas Hasanuddin Makassar. Akreditasi A Unmul berdasarkan SK BAN-PT Nomor: 1466/SK/BAN-PT/Akred/PT/V/2017 tertanggal 23 Mei 2017.

"Kepada rektor, kami (Fahutan) janjikan minimal kami bisa menghasilkan 10 kali lipat dari target yakni 30 jurnal internasional dalam setahun," kata Rudi.

Keyakinan mampu menerbitkan 30 jurnal internasional ini, merujuk pencapaian Fahutan di tahun sebelumnya. 2016 lalu, para pengajar di Fahutan mampu menerbitkan 38 jurnal internasional. "Jadi, kami sangat optimis, target 30 itu akan tercapai. Di triwulan pertama saja kami sudah melaporkan ke Rektor, sudah ada 16 jurnal internasional yang kita selesaikan," katanya lagi.

Soal kualitas jurnal yang dihasilkan pun, menurut Rudi, tak perlu dikhawatirkan. Kendati mengejar kuantitas, kata Rudi, Fahutan pun sangat peduli dengan kualitas jurnal yang dihasilkan. 30 jurnal internasional yang ditargetkan tersebut terindeks di Web of Science, Scopus dan, Microsoft Academic Search.

"Harus terindeks di Scopus, Web of Science atau Microsoft Academic Search, sehingga melambangkan kualitas internasionalnya," ucap Rudi.

Jurnal lain yang dihasilkan di luar yang terindeks di ketiga database jurnal internasional tersebut, lanjut Rudi, tidak masuk hitungan Fahutan. "Yang kita hitung yang masuk di database jurnal internasional itu. Di luar itu banyak sekali jurnal yang dihasilkan Fahutan. Tapi, tidak kita hitung," katanya.

Saat ini, Fahutan memiliki 78 dosen. Namun, Rudi mengakui, tidak semua dosen di Fahutan rajin menulis di jurnal internasional. Di masa kepemimpinannya di Fahutan, Rudi menargetkan setiap dosen minimal menghasilkan setengah jurnal internasional. Target ini, akan terus ditingkatkan setiap tahunnya.

Halaman
12
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved