Usai Ditabrak Temannya, Bocah Kelas 2 Ini Meninggal Dunia, Menyedihkan, Begini Kronologinya
Alliyah Marie Serdna, siswa kelas 2 di sebuah sekolah swasta meninggal setelah anak kelas 7 menabraknya saat ia berlari di dalam gedung sekolah
TRIBUNKALTIM.CO - Orangtua gadis kecil ini sekarang percaya bahwa anaknya telah menjadi seorang malaikat yang melihat dari atas sana.
Di sekolah prasekolah dan sekolah lainnya, selalu dilarang berlari di sepanjang lorong dan tangga.
Ini ditanamkan agar tidak terjadi kecelakaan yang bisa membahayakan siswa muda.
Anak-anak sering diawasi untuk tidak berlari di lorong demi keselamatan mereka sendiri.
Namun, masa kanak-kanak adalah masa kecil mereka, dan terkadang sulit ditangani.
Makanya, banyak kecelakaan kecil yang tak terelakkan. Namun, kasus baru-baru ini tidaklah hal yang kecil.
Melansir dari Viral4real, Alliyah Marie Serdna, siswa kelas 2 di sebuah sekolah swasta di M'lang di Cotabato meninggal setelah anak kelas 7 menabraknya saat ia berlari di dalam gedung sekolah.
Sementara tabrakan itu sendiri tidak begitu parah, namun kepala Alliyah menghantam lantai beton saat ia terjatuh.
Staf sekolah segera membawanya ke klinik sekolah tempat dia diizinkan untuk beristirahat.
Namun, Alliyah mulai muntah tak terkendali sampai ia mengalami koma.
Dia kemudian dibawa ke Davao City, di mana dokter mengatakan kepada orangtuanya bahwa dia memerlukan pembedahan segera.
Sayangnya, ia meninggal Sabtu malam pada tanggal 10 Juni.
Menurut orang tuanya, Alliyah selalu bermimpi menjadi malaikat.
Orang tuanya sekarang percaya bahwa dia akhirnya memenuhi mimpinya, dan bahwa dia sekarang mengawasi mereka sebagai malaikat. (TribunStyle.com/Tisa Ajeng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/alliyah-marie-serdna_20170619_213943.jpg)