Opini

Tabrakan Mengerikan Dua Pesawat Nyaris Terjadi di Cengkareng, Apa Faktor Penyebabnya?

Dapat dibayangkan dengan infrastruktur dan sarana yang ada, maka keahlian petugas ATC dan Keterampilan Pilot akan menjadi taruhannya.

Tabrakan Mengerikan Dua Pesawat Nyaris Terjadi di Cengkareng, Apa Faktor Penyebabnya?
KOMPAS.com/HENDRA CIPTO
Ilustrasi: Petugas AirNav memantau pergerakan pesawat 

Sekadar contoh sedikit analisis tentang traffic di SHIA. Jarak minimum antara dua pesawat yang akan take off dan/atau landing adalah 5 Nautical Miles (Nm).

Kecepatan atau speed pesawat terbang saat akan mendarat lebih kurang 150 Knots. Dengan demikian maka rata-rata separasi jarak 5 Nm tersebut akan membutuhkan waktu kurang lebih 2 menit.

Itu berarti setiap runway (RWY) akan dapat melayani dengan aman 30 pesawat take off / landing dalam satu jam. Karena di SHIA terdapat 2 buah RWY, maka pesawat yang dapat dilayani adalah sebanyak 60 pesawat take off dan/atau landing dalam satu jam.  Ini adalah ukuran baku atau standar yang memenuhi "safety factor " di SHIA.

Dengan memperhitungkan penanggulangan bila terjadi emergency, keadaan darurat dan penerbangan yang tidak terjadwal serta pertimbangan cuaca, maka sebaiknya angka 60 itu dikurangi 10 persen agar tidak terjadi kesemrawutan bila muncul hal yang tidak diperhitungkan sebelumnya.

Dari hitung-hitungan seperti itu, maka diperoleh angka lebih kurang 54 atau 56 gerakan take off/ landing pesawat terbang di SHIA. Ini adalah perhitungan kira-kira yang mengacu kepada hitungan baku atau standar keamanan terbang yang dapat dilakukan di SHIA dengan fasilitas 2 RWY dan ketersediaan SDM ATC (Air Traffic Controller) yang ada.

Konon di Changi, mereka mengelola kapasitas RWY sekitar 28 gerakan per jam, jadi untuk 2 RWY dengan mempertahankan alur dua menit separasi, mereka dapat melayani 56 take off / landing dalam satu jam.

Khusus di SHIA, karena pertumbuhan penumpang yang dikelola terus menanjak, maka diusahakan untuk dapat meniru Heathrow yang mampu melayani hingga 40 take off / landing setiap jamnya yang berarti dapat memfasilitasi 80 take off / landing dengan 2 RWY yang tersedia.

Kemungkinan besar ambisi inilah yang hendak dicapai sehingga traffic di SHIA menargetkan separasi tidak 2 menit akan tetapi menjadi 1,5 menit.

Kepadatan ini agak sulit untuk dapat dilakukan tanpa tersedianya sarana pendukung yang dibutuhkan. Misalnya saja di Heathrow, RWY nya di lengkapi dengan "rapid exit taxi way", yang memungkinkan pesawat terbang yang landing dapat lebih cepat keluar landasan.

Dalam hal ini manajemen gerakan pesawat didarat dalam konteks take off / landing telah dikelola dengan sangat efisien agar dapat dengan mudah mengejar separasi yang hanya 1,5 menit. Sebuah hal yang tidak tersedia di SHIA.

Halaman
123
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved