Lebaran Idul Fitri 2017
Meski Dianggap Terlalu Besar Ambil Untung, Warga Penukar Uang Baru Pasrah
"Ya mau diapakan lagi. Kemarin-kemarin mau tukar uang tapi kita belum punya uang. Duitnya baru dapat sekarang," ujar Aji,
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.Co, SAMARINDA - H-1 lebaran, pedagang uang yang biasa ramai mangkal di Jalan Pahlawan Samarinda, mulai sepi. Tersisa satu pedagang uang saja yang membuka lapak di depan SMKN 1 Samarinda ini.
Pedagang uang ini pun kebanjiran pembeli yang baru sempat menukarkan uang pecahan, sehari sebelum lebaran.
"Rp 500 ribu berbagai pecahan harganya Rp 575 ribu," kata pedagang tersebut, sambil mengeluarkan segepok pecahan Rp 5000 uang pecahan emisi terbaru dari balik mejanya.
"Ya mau diapakan lagi. Kemarin-kemarin mau tukar uang tapi kita belum punya uang. Duitnya baru dapat sekarang," ujar Aji, salah satu pembeli uang tunai yang datang bersama istrinya.
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim dan perbankan lainnya sudah berhenti melayani penukaran uang saat cuti bersama 23 Juni, lalu.
Wal hasil, masyarakat tak memiliki pilihan lain selain menukarkan uang pecahan di pedagang uang di tepi jalan raya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jasa-penukaran-uang-baru-kian-marak-menjelang-lebaran_20170531_204716jpg_20170624_154258.jpg)