Lebaran Idul Fitri 2017
Tradisi Turun Temurun, Halal Bihalal di Tingkat Pedukuhan Ini Masih Dilestarikan
Bertempat di Balai Dusun tradisi tersebut dilakukan, nampak ratusan warga berbondong-bondong hadir dalam tradisi tersebut.
TRIBUNKALTIM.CO, GUNUNGKIDUL - Tradisi halal bihalal sudah melekat pada setiap masyarakat, terutama ketika selesai melakukan salat id berjamaah.
Tradisi tersebut dilakukan segala lapisan, mulai dari lapisan pejabat hingga pedukuhan sebagai wujud merekatkan silaturahim.
Salah satu lapisan yang masih melakukan tradisi tersebut adalah pedukuhan Trimulyo 1, Kepek, Wonosari, Gunungkidul.
Bertempat di Balai Dusun tradisi tersebut dilakukan, nampak ratusan warga berbondong-bondong hadir dalam tradisi tersebut.
Tri Atmaji, Kepala Dusun Trimulyo 1 mengatakan, tradisi ini sudah turun temurun dilakukan warganya, namun untuk halal bihalal satu pedukuhan baru beberapa tahun ini. Sebelumnya hanya dilakukan tingkat Rukun Tetangga (RT) saja.
"Kegiatan ini sudah dari lama dilakukan, dulu hanya tingkat RT saja, namun sekitar lima tahun ini halal bihalal dilakukan satu pedukuhan," katanya.
Lanjutnya, warga belum lama melaksanakan tradisi halal bihalal di Balai Dusun ini. Sebelumnya, tradisi tersebut dilakukan di halaman salah satu rumah warga dan pernah juga digelar di halaman gedung Posyandu Trimulyo 1.
Tradisi ini juga sebagai bentuk silaturahim semua warga, baik yang merayakan maupun yang tidak merayakan idul fitri.
"Baru dua tahun diselenggarakan di Balai Dusun, karena baru jadi dua tahun lalu Balai yang baru ini. Semua warga ikut halal bihalal, mau yang islam yang non islam, semuanya berkumpul disini," jelasnya.
Ia menambahkan, tradisi ini biasanya dimulai usai melaksanakan salat id, dan memliki tujuan untuk mengumpulkan warga, baik yang pulang merantau maupun yang kesehariannya di sini.
Menurutnya tahun ini lebih banyak warga yang mengikuti dibandingkan tahun lalu.
"Biasanya dimulai sekitar jam 9 dengan durasi 1 jam. Tujuannya selain silaturahim antar warga juga sebagai ajang kumpul-kumpul yang pulang merantau ke sini. Tahun ini semakin ramai, mungkin karena tempatnya semakin representatif," pungkasnya.
Tradisi halal bihalal ini dimulai dengan ucapan pembuka selamat datang, laporan panitia acara, sambutan Kepala Dusun, pembacaan ikrar halal bihalal, dan yang terakhir bersalam-salaman antara warga se pedukuhan Trimulyo 1.
(Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/halal-bihahal-yang-dilakukan-pedukuhan-trimulyo-1_20170625_144559jpg_20170625_160354.jpg)