Puluhan Kambing dan Ayam Mati tak Wajar, Mirip Kejadian Tahun 90-an yang Juga Masih Jadi Misteri

Tanda-tandanya aneh. Dagingnya saat dipegang, sudah mudah lepas dari tulang. Ada juga kambing yang matanya seperti tercungkil, dan lidahnya terpotong

Puluhan Kambing dan Ayam Mati tak Wajar, Mirip Kejadian Tahun 90-an yang Juga Masih Jadi Misteri
tribunkaltim.co/anjas pratama
Warga saat berdoa di halaman Masjid Lempake RT 19 Kelurahan Lempake, sebelum melakukan aksi pencarian ke dalam hutan, Minggu (2/7/2017) 

Lapora wartawan Tribun Kaltim Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Resah dengan kejadian matinya 34 kambing dan 24 ayam milik warga di beberapa RT Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, ratusan warga bersama gabungan LSM lainnya akhirnya lakukan pencarian penyebab mati misteriusnya binatang ternak tersebut, Minggu (2/7/2017).

Bermodalkan senjata tajam, tombak dan senapan angin, massa sudah berkumpul di Masjid At-Taqwa, salah satu masjid di RT 19 Kelurahan Lempake.

Selanjutnya, massa dibagi menjadi beberapa wilayah pencarian dengan langsung memasuki kawasan hutan yang berada di belakang pemukiman beberapa RT Kelurahan Lempake.

“Kami bagi menjadi 30 kelompok. Satu kelompok diisi 5 hingga 7 orang. Tugasnya mencari binatang liar yang bisa saja menjadi penyebab matinya hewan ternak. Bisa saja macan dahan, atau kucing hutan. Semua diberi waktu 2 jam, dan harus kembali pukul 11.00 WITA di Masjid At-Taqwa,” ujar Setiyo, salah satu koordinator pencarian.

Baca: Puluhan Ternak Mati Tidak Wajar, Besok Aparat Kelurahan dan Warga akan Sisir Hutan Lempake

Meskipun mencoba melakukan pencarian, dalam perbincangan Tribun dengan beberapa warga di lokasi, sebagian dari mereka masih kebingungan dengan penyebab kematian hewan ternak.

Di satu pihak, warga berpikir penyebab kematian adalah alami, karena sakit ataupun memang akibat
hewan buas.

Di lain pihak, tanda-tanda aneh pada tubuh hewan yang mati, membuat warga berpikir, kematian hewan ternak tersebut bukanlah kematian biasa.

“Ada 4 kambing yang saya potong tubuhnya, usai mati. Tanda-tandanya aneh. Dagingnya itu saat dipegang, sudah mudah lepas dari tulang. Beda dengan kambing yang baru disembelih. Selain itu, darahnya itu, mungkin hampir tak ada sampai satu gelas kecil air mineral jika dikumpulkan. Ada juga kambing yang matanya seperti tercungkil hingga lidahnya terpotong. Ini menimbulkan keraguan. Kalau dimakan binatang buas, tak ada tanda-tanda cakaran,” ujar Parno, salah satu warga RT 19 Kel, Lempake.

Halaman
123
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved