Jumat, 17 April 2026

Inilah Alasan Mengapa Dimas Hanya Selamatkan Ayam Saat Rumahnya Terbakar

"Dia nangis ke saya. Mak, masih bisa sekolahkan aku? Begitu dia bilang," tuturnya menirukan perkataan anaknya.

Tribunkaltim/M Fachri Ramadhani
Dimas (16) mengenakan kaos kutang biru menggendong ayam yang ia selamatkan saat rumahnya terbakar. Ia berhasil ditemukan petugas dan dipertemukan dengan keluarganya di dalam mobil ambulance, Senin (3/7/2017).  

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kedua pasangan suami istri terduduk lesu.

Punggung mereka bersandar di dinding rumah tetangga mereka.

Sang istri hanya bisa menatap pasrah rumah kontrakan mereka yang habis terbakar.

Sementara suami memandangi berkas dokumen penting yang dihamburnya tepat di depannya.

Kendati demikian, di tengah kesedihan yang mendera keduanya, terselip rasa syukur karena Yang Maha Kuasa masih menyelamatkan anak pertama mereka, Dimas (16).

Anak pertama pasangan Tugiman dan Tri Omsiyah ini diketahui berada di kamar sebelum si jago merah mengamuk. 

Malam saat api membakar rumahnya, mereka mengira putra kesayangan mereka turut terbakar.

Namun takdir bicara lain, putranya ternyata berhasil lolos dari maut.

Dimas ditemukan petugas dan warga menggendong ayam di RT sebelah.

Kekhawatiran berubah menjadi rasa syukur.

Begitulah kiranya, kenang Tri Omsiyah saat ditemui TribunKaltim.co, Selasa (4/7/2017).

"Habis semua mas. Barang-barang, harta benda. Tapi masih ada syukurnya, anak saya selamat," tuturnya.

Mengapa ia begitu khawatir, karena anak laki-lakinya tersebut jika tidur sangat lelap dan tak mudah terganggu.

"Kalau tidur ya bablas anak itu," katanya.

Dimas merupakan anak sulung kebanggaan keluarga, ia termasuk pelajar berprestasi. Sering mendapat rangking 1 di sekolah.

"Juara dia. Cita-citanya itu mau jadi polisi. Makanya ia minta aneh-aneh ke saya. Ya perawatan gigilah, yang mahal itu. Padahal dia baru kelas 1 SMA. Gigih dia, makanya saya kemarin itu shock sekali," bebernya.

Tri masih bisa memaklumi perkara anaknya yang hanya menyelamatkan seekor ayam jago saat kebakaran terjadi.

Ayam tersebut merupakan binatang piaraan yang dibeli Dimas sejak anakan, alias kecil.

Ayam jago tersebut saat kebakaran dikandang di teras rumahnya.

"Dia beli ayam itu anakan. Pakai uangnya sendiri. Dirawat sampai gede. Ada kali 2 tahun umurnya, makanya dia sayang sekali," tuturnya.

Kini anaknya dititip di tempat saudara suaminya.

Kepada ibunya, Dimas mengatakan tetap mau bersekolah meski ijazah miliknya kini tetap jadi debu.

Ia ingin meraih cita-citanya untuk jadi polisi.

"Dia nangis ke saya. Mak, masih bisa sekolahkan aku? Begitu dia bilang," tuturnya menirukan perkataan anaknya.

Sementara suaminya, Tugiman tampak masih kesal sambil memandangi ijazah dan dokumen keluarga yang terbakar.

"Beginilah, mas. Habis semua berkas-berkas. Yang sisa cuma baju di badan," keluhnya.

Ketiga anaknya, Dimas, Faiza, dan Rizky sementara menetap di rumah saudara kandungnya.

Ia tampak tak percaya rumah yang ia kontrak selama 7 tahun tersebut ludes terbakar.

"Rencana sudah mau saya beli. Tapi kalau begini ceritanya, ya..," ucapnya sambil menghela nafas panjang.

Pemberitaan sebelumnya, seorang ibu berlari tergopoh-gopoh di tengah gelap dan kerumunan orang-orang di lokasi kebakaran, Markoni Dalam RT 53, Klandasan Ilir, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (3/7/2017) sekitar pukul 18.40 Wita.

Ia meraung-raung sambil meratapi rumah 2 lantai nomor 77 yang dilalap si jago merah.

"Ya Allah, anak saya di rumah mas. Dia lagi tidur pas saya keluar tadi. Nanti kalau ditanya suamiku bagaimana, Mas," rengeknya di hadapan TribunKaltim.co.

Perempuan tersebut jatuh ke tanah saking belum bisa menerima kenyataan bahwa rumah yang ia kontrak bersama suami dan satu putranya terbakar.

Warga dan petugas pemadam yang melihat hal tersebut mengevakuasi perempuan tersebut menjauh dari lokasi.

Belakangan anak laki-laki tersebut bernama Dimas (16), petugas potensi kedaruratan pun melakukan pencarian terhadap anak tersebut.

Usai api berhasil dikuasai pemadam, petugas langsung melakukan pengecekan ke bangunan lantai 2 tempat dimana anak laki-laki tersebut terakhir dilihat.

Hasilnya nihil, di ruangan tersebut tak ditemukan.

Tak lama berselang kabar suka datang, salah satu petugas kebencanaan melaporkan menemukan Dimas di RT sebelah sambil menggendong seekor ayam.

Ia pun dibawa petugas menemui ibunya yang terkulai tak berdaya di dalam ambulance ditemani ayah dan kakak perempuannya.

Masih dengan ayam yang dipeluknya Dimas masuk ke dalam mobil ambulance.

Dimas menolak saat ayam yang dipeluknya mau diamankan beberapa warga. Sampai akhirnya ayahnya, Tugiman berhasil membujuknya untuk melepas ayam tersebut.

Tangisan pecah saat itu.

Ibunya yang sadar langsung memeluk Dimas.

"Saya itu baru buka puasa tadi, mas, di kantor. Ditelpon Dimas kebakaran di samping rumah. Saya langsung pulang," katanya.

Dari raut wajahnya, ia tak bisa menyembunyikan kekesalan mengapa anaknya hanya menyelamatkan ayam yang di kandang teras depan.

"Bukannya barang berharga atau ijazah yang diselamatkan. Ini malah ayam," keluhnya sekitar pukul 20.20 Wita.

Namun Tugiman mengaku bersyukur bahwa anaknya tersebut masih selamat dalam insiden kebakaran tersebut.

Sementara Dimas (16) sambil terisak mengungkapkan kejadian begitu cepat.

Saat itu ia hendak shalat maghrib, tiba-tiba ia melihat ada percikan api dari loteng rumah sebelah.

Saat itu adzan maghrib berkumandang, angin sedang kencang-kencangnya.

Api dari loteng rumah tetangganya tersebut cepat menyambar bagian rumahnya.

"Dimas langsung lompat ke bawah. Gak tau lagi, cuma ayam itu aja yang bisa dibawa," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved