Sudah 31 Senjata Api Diserahkan Warga kepada Satgas Pamtas

Senjata api tersebut diserahkan masyarakat, setelah personel TNI melakukan pendekatan dengan berbagai cara.

Sudah 31 Senjata Api Diserahkan Warga kepada Satgas Pamtas
HO
Suroto (45) menyerahkan senjata api rakitan jenis penabur miliknya kepada personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia Yonif 611/Awang Long Pos Sungai Agison, Kamis (7/7/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI – Malaysia Yonif 611/Awang Long hingga kini telah mengumpulkan 31 senjata api rakitan jenis penabur.

Senjata api tersebut diserahkan masyarakat, setelah personel TNI melakukan pendekatan dengan berbagai cara.

Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI – Malaysia Yonif 611/Awang Long, Letkol Inf Sigid Hengki Purwanto mengatakan, warga belakangan ini lebih akrab dan bersimpati kepada para personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI – Malaysia Yonif 611/Awang Long. Sehingga merekapun tak ragu-ragu menyerahkan senjata api yang dimiliknya kepada TNI.

"Kemarin sekitar pukul 14.30, Pak Suroto datang ke Pos Sungai Agison dengan sukarela menyerahkan sepucuk senjata api rakitan jenis penabur kepada Danpos Salang Sertu Muhammad disaksikan seluruh anggota Sei Agison," ujarnya, Jumat (7/7/2017).

Suroto (45), warga Desa Tau Baru ini tergugah menyerahkan senjata api miliknya berawal saat dia menceritakan masalahnya kepada anggota TNI.

“Jika seandainya dia menyerahkan senjata penabur yang dimiliki, dia takut akan diproses hukum. Sehingga siapa nanti yang akan bertanggung jawab menafkahi keluarganya?” ujarnya.

Anggota TNI lalu menjelaskan, memiliki senjata api tanpa izin memang melanggar hukum dan bisa diproses sebagaimana aturan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia.

“Tetapi jika diserahkan secara suka rela, maka tidak akan ada proses hukum tersebut," ujarnya.

Anggota TNI kemudian intens melakukan sosialisasi kepada Suroto. Sehingga akhirnya dengan percaya diri dia menyerahkan senjata api jenis penabur yang sudah lama disimpannya.

"Untuk senjata kali ini telah kami amankan di gudang senjata Pos Sei Agison,"katanya.

Dia mengatakan, anggota TNI yang membuka diri membuat warga tak sungkan datang ke pos untuk saling berbagi cerita. Mereka juga seringkali datang meminta bantuan untuk bersama-sama bergotong-royong.

Mereka bersama-sama membersihkan parit, membenahi bangunan rusak maupun fasilitas warga atau melaksanakan kegiatan yang bersifat manunggal.

“Metode pendekatan melalui baksos ataupun kerja bakti bersama warga perbatasan Nunukan memang menjadi sebuah penilaian positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Cara ini, kata dia, cukup efektif untuk menanamkan pengertikan kepada masyarakat mengenai konsekuensi memiliki senjata api tanpa izin. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved