Koper Cokelat yang Semula Diduga Berisi Bom Kini Kembali ke Tangan Pemiliknya
"Kami mengonfirmasi apa benar dia keluarga. Ternayata memang benar, keluarganya di Manggar," jelasnya.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tas koper warna cokelat tak bertuan yang semula diduga bom akhirnya kembali ke tangan pemiliknya.
Usai menggemparkan warga Jalan Marsma Iswahyudi RT 16, Sepinggan, Balikpapan Selatan, pemilik koper tersebut muncul dan mengambil barang miliknya di Polsek Balikpapan Selatan.
Saat dikonfirmasi, Plt Kasatreskrim Polres Balikpapan Iptu Nyoman Darmayasa membenarkan pihaknya telah menemukan pemilik koper tersebut. Pemilik koper yang ternyata hanya berisi pakaian tersebut bernama Abdul Latief (71).
Dari keterangan Abdul Latief, kedatangannya ke Balikpapan dalam rangka mengunjungi keluarganya yang belakangan diketahui tinggal di kawasan Manggar, Balikpapan Timur.
"Dari Ujung Pandang. Dia mencari keluarga di Manggar. Karena berat bawa tas koper itu, dia titipkan di situ (warung pecel), sudah tua bapak itu," bebernya.
Usai meluasnya kabar dan informasi penemuan tas cokelat yang semula diduga berisi bom tersebut, pada hari itu juga ia baru menemukan keluarganya yang tinggal di Manggar.
Saat mengetahui hal tersebut, pensiunan guru tersebut mendatangi warung pecel tempat ia menitip tas. Di sana ia diberitahu bahwa kopernya diamankan di Mapolsek Balikpapan Selatan.
"Di warung, dia nanya mana barangnya? Diberitahu ada di Polsek Balikpapan Selatan. Ia lalu ke mapolsek dan mengambil barang," ujar Nyoman.
Kepolisian tak percaya begitu saja, keluarga Abdul Latief pun dipanggil ke Polsek Balikpapan untuk dimintai keterangan.
"Kami mengonfirmasi apa benar dia keluarga. Ternayata memang benar, keluarganya di Manggar," jelasnya.
Selama empat hari ia mencari keberadaan rumah keluarganya. Untuk diketahui, ia nekat sendirian mencari rumah keluarganya di Balikpapan. Meski berhasil menemui keluarga yang ia cari, pria berumur tersebut sempat kesasar entah dimana selama beberapa hari.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar melapor ke Polsek terdekat jika menemui benda mencurigakan di lingkungan mereka. "Jangan panik dan takut," tekannya.
Lanjut Nyoman, pihaknya tentu akan memberikan pelayanan serta penanganan terhadap laporan yang diterima.
Bila menyangkut perkara bahan peledak, memang ada SOP khusus dalam penanganannya. Polisi biasa tak diperkenankan untuk mengambil tindakan diluar kemampuan dan keahlian.
"Adanya benda-benda mencurigakan, pada intinya kami selalu menganggap belum tahu apa isinya. Makanya semua penanganan kita serahkan kepada yang berwenang dalam hal ini unit Jibom Gegana," jelasnya.
Pemberitaan sebelumnya, tas koper warna coklat tersebut telah 4 hari berdiam di bawah meja makan depan sebelah kiri. Koper tersebut tak berani dipindah oleh pemilik warung tersebut.
"Orangnya itu terakhir ngopi di sini, 4 hari yang lalu. Dia bilang titip tas ya pak, besok saya ambil. Saya juga gak kenal, mas," kata Mardiono, pemilik warung pecel.
Diuraikan Mardiono, pemilik tas tersebut memiliki tinggi sekitar 160 berperawakan kurus dan berkacamata, umurnya sekitar 50-60 tahun. "Kalau ngopi di sini ada 3 kali sudah. Yang terakhir itu dia titip tas," tuturnya.
Untuk diketahui, Tim gegana dan jihandak Polda Kaltim tiba sekitar 11.30 wita. Mereka langsung melakukan sterilisasi tempat, kemudian mengidentifikasi koper tersebut. Akses jalan kawasan tersebut sempat ditutup sementar. Hal tersebut mengakibatkan kemacetan.
Usai dilakukan penelitian, koper tersebut diamankan Tim Gegana Polda Kaltim sekitar 12.30 Wita. Usai koper tersebut diamankan, jalan kembali normal. Warga yang tadinya menumpuk di sekitar lokasi kejadian pergi satu per satu.
Koper coklat yang semula diduga warga merupakan berisi benda berbahaya seperti bom, nyatanya hanya berisi pakaian. Hal tersebut terungkap usai Tim Gegana Sat Brimob Polda Kaltim berhasil melakukan identifikasi di lokasi kejadian.
Tim Gegana berkostum lengkap melakukan penanganan secara hati-hati. Mereka juga membawa X Ray untuk memastikan isi di dalam koper tersebut.
Sebanyak 2 kali koper coklat itu di X Ray tim Gegana untuk memastikan apa yang tersimpan di dalamnya bukan benda berbahaya.
“Operator 1 Unit Jibom melakukan X – Ray, setelah di X-Ray hasilnya nihil mengandung unsur-unsur yang di duga bom. Kemudian Operator 1 lakukan penindakan evakuasi terhadap barang tersebut. Dan selanjutnya di bawa ke Polsek Balikpapan Selatan” Ungkap Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kaltim AKBP Febryanto Siagian, SH, SIK, MSI. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gegana-amankan-koper_20170708_134108.jpg)