Opini

Sukses Zaman Dulu Berbeda dengan Sekarang

PKB harus fokus kepada keberhasilan peserta didik atau berbasis hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, PKB harus menjadi bagian integral

Sukses Zaman Dulu Berbeda dengan Sekarang
Istimewa
Ilustrasi 

9. PKB harus mendorong pengakuan profesi guru menjadi lapangan pekerjaan yang bermartabat dan memiliki makna bagi masyarakat dalam pencerdasan bangsa dan sekaligus mendukung perubahan khusus didalam praktik-praktik dan pengembangan karir guru yang lebih obyektif, transparan dan akuntabel.

PKB dilaksanakan berdasarkan hasail capaian dalam program GP yang mencakup 10 kompetensi, bagi kompetensi yang tidak memenuhi KCM maka harus mengikuti diklat sebelum kembali melaksanakan ujian kompetensi tersebut. Perbaikan yang harus dilakukan dalam PKB berbeda dengan yang ada di GP, jika dalam GP perbaikan dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu tatap muka, kombinasi antara tatap muka dan dalam jaringan serta dalam jaringan (daring). Maka dalam PKB perbaikan kompetensi yang tidak mencapai KCM dilaksanakan berdasarkan letak geografis guru dan berbasis komunitas.

Komunitas yang dimaksud adalah Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
Dalam PKB peran Ketua KKG, K3S, MGMP dan MKKS sangat besar karena harus mampu mengelola aplikasi Sistem Informasi Manajemen Guru Pembelajar Online (SIM GPO) atau yang sekarang disebut SIM PKB. Ketua komunitas harus menarik data guru-guru yang ada dalam satu wilayah kedalam komunitasnya untuk dapat megikuti program PKB.

Guru yang dapat mengikuti program PKB adalah :
1.Profil hasil UKG-nya menunjukkan terdapat 3 (tiga) hingga 10 (sepuluh) kelompok kompetensi yang nilainya di bawah KCM (65). Jika guru tersebut belum melakukan UKG atau telah melakukan UKG namun dengan mata pelajaran/paket keahlian/jenjang yang tidak sesuai, maka guru tersebut diwajibkan untuk melakukan tes awal dengan menggunakan sistem UKG.

2. Terdaftar di dalam Komunitas GTK pada Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

3. Berada di wilayah yang tersedia akses/jaringan internet (khusus untuk peserta yang mengikuti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring dan daring kombinasi).

4. Bersedia melaksanakan pembelajaran dengan kemauan dan komitmen yang tinggi.
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan mewajibkan peserta untuk
menyelesaikan setidaknya 2 (dua) kelompok kompetensi yang nilainya paling rendah dalam satu tahun program berjalan dan atau 2 (dua) modul prioritas yang sudah ditentukan dengan moda yang ditentukan oleh penyelenggara Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan pada kurun waktu 1 (satu) tahun.
Namun sebelum itu guru harus melakukan pendaftaran akun pada aplikasi SIM PKB untuk dapat diikutkan dalam komunitasnya masing-masing.

Ada 2 cara untuk yaitu guru yang sudah melaksanakan UKG 2015 dan belum mengikuti UKG 2015. Bagi Guru yang mengalami perubahan tugas mengajar maupun tugas unit kerjanya harus memperbaharui datanya terlebih dahulu. Bagi yang mengalami tugas mengajar atau berganti mata pelajaran dari kelas bawah ke kelas atas atau sebaliknya maka yang bersangkutan harus ikut UKG lagi.

Karena PKB berbasis komunitas maka semua guru harus masuk kedalam sebuah komunitas untuk bisa mengikuti pengembangan profesinya. Yang tak masuk komunitas maka kesempatan untuk mengikuti program PKB akan hilang karena data yang bersangkutan tidak terdapat dalam salah satu komunitas. PKB dasarnya adalah UKG maka bagi Guru yang belum mengikuti UKG dan masuk dalam komunitas KKG, K3S, MGMP atau MKKS.

Meskipun anggota komunitas tidak terbatas akan tetapi dalam pelaksanaan PKB pesertanya dibatasi. Jumlah peserta dalam 1 kelas adalah 20 orang dan dalam setiap komunitas maksimal 2 kelas dalam 1 tahun. Penarikan akun guru dalam komunitas paling lambat tanggal 17 Juli 2017, jadi mari pastikan kita telah memiliki akun dalam SIM PKB dan telah terdafar dalam salah satu komunitas sesuai dengan letak geografis tempat kita mengajar.
Dibutuhkan kemauan dan komitmen yang tinggi untuk dapat mengikuti program PKB karena kunci sukses zaman dulu berbeda dengan kunci sukses zaman sekarang. (Selesai)

Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved