Kamis, 7 Mei 2026

Duh, Baru Kenal Tiga Hari, Empat Remaja Ini Bersama-sama Cabuli Perempuan 14 Tahun

Kasus asusila, yang korban dan pelakunya anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Samarinda.

Tayang:
tribunkaltim.co/christoper desmawangga
Tiga remaja pelaku asusila saat dimintai keterangan oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Samarinda, Kamis (13/7/2017). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus asusila, yang korban dan pelakunya anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Samarinda.

Tak hanya satu pelaku saja yang terlibat, namun terdapat empat remaja, yang melakukan tindak asusila kepada seorang anak perempuan berusia 14 tahun.

Kejadian itu sendiri terjadi pada Minggu (9/7/2017) silam, di salah satu rumah pelaku, di kawasan Batu Cermin, Sempaja.

Antara korban dengan pelaku, baru kenal tiga hari, saat itu korban pamit kepada orangtuanya untuk menuju rumah keluarganya, namun korban menuju rumah salah satu pelaku.

Saat itulah empat pelaku, diantaranya Ad (16), Yf (15), Ty (17) dan Bg (15), secara bersamaan menggerayangi tubuh korban. Kendati demikian, aksi pelaku tidak sampai ke aksi persetubuhan.

Baca: Bukannya Melindungi, Kakek Penjaga TK Malah Lakukan Tindak Asusila pada Bocah Lima Tahun

Baca: Polisi Ringkus Seorang Bocah yang Siarkan Langsung Kasus Asusila di Facebook

"Masing-masing dari kami beda-beda, ada yang cium, ada yang pegang kemaluannya, dadanya juga," ucap salah seorang pelaku, saat ditemui di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda, Kamis (13/7/2017).

Sementara itu, dari empat pelaku, baru tiga pelaku yang diamankan, yakni Ad, Yf dan Ty, yang diamankan pada Rabu (12/72017) kemarin.

Sedangkan Bg, saat ini masih dilakukan pencarian.

"Mereka ini bukan anjal (anak jalanan), karena mereka punya rumah, ada orangtuanya, tapi tampilan mereka ini memang seperti anjal, bahkan ada yang masih SMP, dan lainnya sudah putus sekolah," ucap Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda, AKP Sekar Wijayanti.

Lanjut dia menjelaskan, kasus itu sendiri terungkap, setelah orangtuanya melihat banyak bekas berwarna merah di leher anaknya. Setelah ditanya, akhirnya korban mengaku telah gerayangi oleh para pelaku.

"Masing-masing pelaku ini punya peran berbeda-beda saat melakukan tindakan asusila ini. Karena pelaku ini masih di bawah umur, tentu perlakuannya berbeda dengan dewasa, kita juga akan koordinasi dengan Bapas," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved