News Analysis

Ibu Kota Negara Direncanakan Pindah, Masyarakat Kaltim Diminta Jangan Euforia Dulu

Kenapa? karena Jakarta dari sisi daya tampung dan geo spasial, sudah tak menguntungkan untuk menjadi pusat admnistrasi pemerintahan.

Ibu Kota Negara Direncanakan Pindah, Masyarakat Kaltim Diminta Jangan Euforia Dulu
Handover
Rancangan jembatan tol Teluk Balikpapan 

Aji Sofyan Effendi
Pengamat Ekonomi Unmul

BERBAGAI aspek perlu dipikirkan sehubungan dengan rencana pemerintah pusat memindahkan ibu kota negara.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengusulkan kawasan Teluk Balikpapan menjadi calon lokasi pengganti Jakarta.

Jakarta ada dua sentral, pertama pusat bisnis nasional. Kedua, sebagai pusat administrasi. Jika ibu kota dipindah, kemungkinan pusat bisnis tetap akan berada di Jakarta, karena ini hukum alam, tergantung demand and supply.

Tetapi, untuk administrasi bisa dipindah dan dipikirkan kembali. Kenapa? karena Jakarta dari sisi daya tampung dan geo spasial, sudah tak menguntungkan untuk menjadi pusat administrasi pemerintahan.

Proses pemindahan, dimana ada pembagian pemindahan antara ibukota sebagai pusat bisnis dan administrasi, bisa belajar dari Malaysia yang memindahkan pusat administrasinya ke Putra Jaya, sementara pusat perdagangan dan perekonomian tetap di Kuala Lumpur.

Ide demikian yang ingin memindahkan ibu kota berdasarkan faktor kondisi Jakarta yang sudah tak mendukung, itu sesuatu yang harus didukung. Apakah di Balikpapan, atau Palangkaraya.

Meski demikian, saya mengajak masyarakat Kaltim tidak hanya berpikiran akan euforia kemungkinan perpindahan tersebut.

Kita jangan hanya berpikiran euforia seperti itu. Yang harus dipikirkan, apakah dengan pemindahan itu, administrasi penyelenggaraan pemerintahan akan efektif. Ujung-ujungnya akan ke sana.

Baca: DPRD Dukung Gubernur agar Kaltim Jadi Ibu Kota Negara

Bukan hanya, memikirkan, apa yang didapat Balikpapan jika jadi ibukota, tetapi juga apa yang bisa diberikan Balikpapan, jika jadi ibukota.

Halaman
12
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved