Kunjungan Presiden Jokowi

Pengembang Rumah Murah Mengeluh, Jawaban Presiden Jokowi: Kalau Mau Untung Banyak Jangan Bangun Ini

Dengan adanya program sejuta rumah tersebut, setidaknya meringankan beban warga negara yang tidak memiliki penghasilan yang tinggi.

tribunkaltim.co/muhammad fachri ramadhan
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninjau Perumahan Pesona Bukit Batuah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (13/7/2017) sekitar 13.10 Wita. Jokowi mengenakan jaket sporty berwarna kuning-biru saat menyapa warga di sana. 

"Kalau mau untung banyak, jangan bangun yang ini. Saya tanya developer, ya untungnya dikit tapi kalau jumlahnya banyak bisa dikalikan, gede. Memang untung kecil, tapi nyatanya jadi juga, kan.

Masa pengusaha mau bangun tapi gak untung, gak ada itu," bebernya.

Pemberitaan sebelumnya, panggung megah disertai slide raksasa tampak lengang.

Jokowi tak melangkahkan kakinya ke panggung tersebut, ia justru berbalik kembali ke luar tenda.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninjau Perumahan Pesona Bukit Batuah, Kamis (13/7/2017) sekitar 13.10 Wita. Jokowi mengenakan jaket sporty berwarna kuning-biru saat menyapa warga di sana.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninjau Perumahan Pesona Bukit Batuah, Kamis (13/7/2017) sekitar 13.10 Wita. Jokowi mengenakan jaket sporty berwarna kuning-biru saat menyapa warga di sana. (tribunkaltim.co/muhammad fachri ramadhan)

Bersama Menteri BUMN RI, Rini Soemarno, Presiden Indonesia tersebut mengunjungi beberapa rumah yang termasuk dalam Program Sejuta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Ia menyapa penghuni rumah yang sudah meinggali rumah tersebut. Usai melihat secara langsung rumah tersebut, Jokowi mengatakan kondisi cukup baik dan sesuai.

"Laporannya baru 500 unit. Yang ngantre (pemesan) sudah banyak. Ini akan terus ditambah sampai 4.000 unit. Harganya dari Rp 128 juta sampai Rp 135 juta," ungkapnya.

Untuk diketahui cicilan rumah yang disubsidi pemerintah tersebut bervariasi, untuk yang 10 tahun per bulan dihargai Rp 1.300.000, cicilan 15 tahun sekitar Rp 1.050.000, sementara yang 20 tahun per bulan Rp 780 ribu.

"Banyak masyarakat bilang sangat membantu. Seperti di Cikarang kemarin, sekarang di Balikpapan, dan kota lainnya juga," katanya. (*).

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved