Breaking News:

Keluarga dan Istri Hermansyah Ingin Minta Perlindungan MUI

Hermanyah adalah ahli telematika yang menjadi korban pengeroyokan. Adapun Irina adalah istrinya yang berpaspor Uzbekistan.

Editor: Trinilo Umardini
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan (tengah) menunjukkan tersangka beserta barang bukti kepada wartawan saat ungkap kasus penganiayaan Pakar IT ITB di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/7/2017). Polda Metro Jaya telah menangkap empat orang tersangka penganiayaan Pakar IT ITB Hermansyah dan satu tersangka atas nama Domaince masih buron. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pihak keluarga Hermansyah mencurigai saat ini ada upaya pembunuhan terhadap karakter Hermansyah.

Kecurigaan itu didasarkan pada mulai adanya pemberitaan miring terhadap istri Hermansyah, Irina.

Hermanyah adalah ahli telematika yang menjadi korban pengeroyokan. Adapun Irina adalah istrinya yang berpaspor Uzbekistan.

Juru bicara keluarga Hermansyah, Ikhwan, meyakini adanya upaya pembunuhan terhadap karakter Hermansyah tidak lepas dari keterangannya yang sempat mengatakan chat mesum yang kini dituduhkan kepada pimpinan FPI Rizieq Shihab adalah palsu.

"Insinyur HermanSyah ini adalah saksi ahli dalam kasus Habib Rizieq Shihab yang mengatakan chat Habib Rizieq Shihab adalah palsu. Kemudian Insinyur Hermansyah dituding senang dengan perempuan prostitusi. Itu kan ingin membunuh karakter Pak hermansyah gitu," kata Ikhwan saat dihubungi, Kamis (13/7/2017).

Baca: Ahli Telematika Dianiaya saat Jalan-jalan Rayakan Ulang Tahun Istri

Menurut Ikhwan, pemberitaan miring terkait Irina dimuat di salah satu website bernama www.dobrakmusuhnkri.com. Ikhwan membantah semua informasi yang dimuat di website tersebut.

Ikhwan menyatakan, pihak keluarga berencana meminta perlindungan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Ibu Irina adalah seorang muslimah. Dengan ini, keluarga dan Ibu Irina meminta kepada pemimpin agama, MUI memberikan perlindungan kepada umatnya. Meminta kepada MUI memberikan perlindungan dari fitnah dan pembunuhan karakter tuduhan sebagai pelacur," kata Ikhwan.

Ikhwan menyebut, Irina kini tertekan dan merasa kecewa atas adanya pemberitaan miring terhadapnya.

Kondisi itu membuatnya sampai menolak undangan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menghadiri konpers mengenai kasus pengeroyokan Hermansyah siang tadi.

"Tadi diminta oleh pak Kapolda Metro Jaya untuk hadir dalam jumpa pers. Tadi pagi. Akan tetapi tidak dapat dipenuhi karena bu Irina menyatakan kecewa dan stres atas pemberitaan itu," ucap Ikhwan. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved