Heboh Isu Perombakan Kabinet, 5 Menteri Bakal Tergusur, Ada Unsur Ormas Islam Masuk

Pada awal Kabinet Kerja, Luhut duduk sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Ketika reshuffle jlid pertama Kabinet Kerja, 12 Agustus 2015, Luhut...

Heboh Isu Perombakan Kabinet, 5 Menteri Bakal Tergusur, Ada Unsur Ormas Islam Masuk
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla memimpin sidang kabinet paripurna pasca perombakan Kabinet Kerja Jilid II di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7/2016). TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNKALTIM.CO - Isu mengenai perombakan jilid ketiga Kabinet Kerja kembali berembus.

Presiden Joko Widodo, biasa disapa Jokowi, dikabarkan mengganti sejumlah menteri.

Ada yang dikeluarkan dari kabinet, dan ada yang reposisi atau rotasi.

Tujuan perombakan kabinet kali ketiga ini antara lain untuk mengakomodasi umat Islam, dengan memasukkan sosok yang berasal dari organisasi keagamaan berbasis Nahdlatul Ulama (NU).

Ada tiga jabatan menteri yang diisukan digusur dari kabinet, atau reposisi. Lalu dua menteri koordinator akan tergusur, atau mungkin reposisi.

"Yahya Cholil Staquf, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), organiasi Islam terbesar di Indonesia, akan masuk kabinet menggantikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin," demikian tertulis dalam satu dokumen analisis pasar modal dan saham yang diterima www.Tribun-Medan.com (TribunNetwork), Selasa (18/7/2017) pagi.

Kiai Haji Yahya Cholil Staquf adalah Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), organisasi Islam yang dekat dengan pemerintah dan barisan terdepan mengawal Pancasila.

PBNU termasuk mendukung Peraturan Pemerintah yang pekan lalu diumumnya untuk membubarkan organisasi anti-Pancasila.

Gus Yahya, sapaan KH Yahya Cholil Staquf merupakan mantan Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Ia pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin di Rembang, Jawa Tengah.

Halaman
1234
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved