Ibadah Haji

Ini Rincian Teknis Keberangkatan Jamaah Haji Kalimantan Utara, Simak Pesan Kanwil Kemenag

"Lima jam sebelum waktu pemberangkatan, jamaah sudah harus siap-siap," ujarnya.

Ini Rincian Teknis Keberangkatan Jamaah Haji Kalimantan Utara, Simak Pesan Kanwil Kemenag
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Jemaah haji Bulungan diberangkatkan dari Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor, Kalimantan Utara menuju Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur saat musim haji tahun 2016 lalu, tepatnya 20 Agustus. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kurang dari tiga pekan lagi, jamaah haji Kalimantan Utara diberangkatkan ke Tanah Suci. Jamaah haji Kalimantan Utara yang siap berangkat jumlah mencapai 241 orang.

Kuota total sebetulnya mencapai 242 orang. Dua orang jamaah wafat sebelum pemberangkatan, dan satu memutuskan batal berangkat karena alasan kesehatan.

"Di Bulungan dan Nunukan masing-masing satu calon jamaah meninggal dunia. Satu lagi di Tana Tidung batal menunaikan haji karena sakit," kata Muhammad Aslam Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kalimantan Utara saat dikonfirmasi Tribun, Rabu (19/7/2017).

Jamaah haji Kalimantan Utara akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Balikpapan melalui Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan. Pemberangkatan sepenuhnya di bawah koordinasi Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.

Seluruh jamaah diwajibkan tiba di Asrama Haji pada pada 12 Agustus. Sebab tanggal 13 Agustus, jamaah Kalimantan Utara yang tergabung dalam kloter 11 akan diberangkatkan ke Jeddah tepat pukul 03.15 pagi (dinihari).

Yakni menggunakan pesawat udara Garuda Indonesia Nomor Penerbangan GIA-4111. Direncanakan kloter 11 ini tiba di Jeddah 13 Agustus pukul 10.30 waktu setempat.

"Lima jam sebelum waktu pemberangkatan, jamaah sudah harus siap-siap," ujarnya.

Total jumlah penumpang dalam kloter 11 ini mencapai 455 orang dengan rincian 150 jamaah asal Tarakan, 116 asal Nunukan, 52 asal Malinau, 89 asal Bulungan, 17 asal Tana Tidung, 26 asal Samarinda, 1 orang TPHI, 1 orang TPIHI, dan 3 orang TKHI.

"Pada dasarnya dari Kalimantan Utara sudah sangat siap. Dokumen-dokumen termasuk paspor sudah dikoordinir kabupaten/kota. Dokumen itu nanti diserahkan kalau sudah di Balikpapan. Begitu juga living cost-nya," kata Aslam.

Living cost haji tahun ini mencapai SAR 1.500 (Seribu Lima Ratus Riyal) per jamaah atau hampir setara Rp 5 juta. Living cost digunakan untuk keperluan pangan sehari-hari jamah haji yang bersangkutan.

Mendekati masa pemberangkatan, jamaah haji diminta memperlancar dan memperdalam bacaan-bacaan setiap rukun haji.

"Kesehatan juga harus dijaga. Karena ibadah ini butuh kesiapan fisik yang bagus," ujarnya.

Kepulangan jamaah haji ke Tanah Air dilaksanakan mulai tanggal 21 September 2017.

Kloter 11 dijadwalkan akan bertolak dari Madinah pada 22 September pukul 12.40 waktu setempat dan akan tiba di Tanah Air pada 23 September pukul 04.30 Wita. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved