Gempa di Pulau Kos Yunani

Gempa di Pulau Kos Yunani, Dua Tewas, Puluhan Terluka dan Sejumlah Bangunan Roboh

2 warga pulau Kos, Yunani, terkonfirmasi tewas dan puluhan lainnya terluka akibat gempa besar bermagnitudo 6,7 skala sichter, Jumat (21/7) dini hari.

Gempa di Pulau Kos Yunani, Dua Tewas, Puluhan Terluka dan Sejumlah Bangunan Roboh
(Foto: Dokumentasi)(Twitter/Express)
Gempa berkekuatan 6,3 pada skala Richter mengguncang sebagian Yunani dan Turki pada Senin (12/6/2017). Laporan sementara menyebutkan, 10 orang terluka dan puluhan bangunan rusak. 

TRIBUNKALTIM.CO, ATHENA – Laporan sementara menyebutkan, dua warga pulau Kos, Yunani, terkonfirmasi tewas dan sejumlah orang terluka akibat diguncang gempa besar bermagnitudo 6,7 pada Jumat (21/7/2017) dini hari.

Kepastian tentang jatuhnya korban jiwa dan korban luka-luka itu disampaikan oleh George Kyritsis, wali kota di pulau Kos, seperti dilaporkan oleh situs berita Euronews, Jumat pagi.

Petugas pemadam kebakaran di pulau Kos juga berhasil mengevakuasi tiga orang yang sempat tertimbun puing-puing bangunan. Ada banyak sekali bangunan yang roboh.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan, kekuatan guncangan gempa yang diukur dengan skala Richter ialah pada titik 6,7.

Pusat gempa terletak di antara lepas pantai kota Marmaris, Turki, dan Yunani, di kedalaman yang cukup dangkal, yakni 10 km di bawah permukaan dasar laut.

Menurut USGS, gempa terjadi pada Jumat pukul 01.31 waktu setempat atau sekitar pukul 7.31 WIB, dengan kekuatan yang dasyat. Turki terletak di jalur gempa, pertemuan antara lempeng Arab dan Eurasia.

Setelah gempa utama, masih terjadi sedikitnya 13 gempa susulan, dengan lima di antaranya berkekuatan 4,0 pada skala Richter, membuat warga panik.

Kemungkinan akan jatuh banyak korban jiwa akibat tertimbun puing bangunan. Namun, proses evakuasi dan pendataan masih sedang berjalan.

Sementara kantor berita Perancis, AFP, melaporkan, di daerah wisata pantai kota Bodrum, Turki, ratusan orang berhamburan keluar rumah atau bangunan lainnya dengan memenuhi jalan-jalan kota.

"Masalah terbesar saat ini adalah listrik padam di daerah-daerah tertentu," kata wali kota Bodrum, Mehmet Kocadon, kepada televisi lokal, NTV, sambil mengatakan belum ada laporan tentang korban jiwa. Rumah sakit pemerintah terpaksa mengevakuasi para pasien ke tempat yang aman di luar gedung.

Gubernur Provinsi Mugla, Turki, yang membawahi kota Bodrum mengatakan, beberapa orang menderita luka ringan karena dalam keadaan panik mereka meloncat keluar lewat jendela.

 (Pascal S Bin Saju)
 

Berita ini telah diterbitkan Kompas.com dengan judul "Gempa di Pulau Kos: Dua Tewas, Puluhan Terluka, dan Bangunan Roboh"

Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved