Pendidikan

Ada PAUD, Anak-anak di Kampung Pesisir NKRI Ini Akhirnya Bisa Tersenyum Bahagia

Tahap awal ini, sedikitnya ada sekitar 20 anak dari total lebih dari 50 anak yang sudah bergabung di PAUD tersebut.

Ada PAUD, Anak-anak di Kampung Pesisir NKRI Ini Akhirnya Bisa Tersenyum Bahagia
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
FBN Kaltara mengubah sebuah rumah di Kampung Sei Batang, menjadi tempat PAUD, Minggu (23/7/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Anak-anak Kampung Sei Batang RT 11, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kaltara, salah satu wilayah pesisir NKRI, kini bisa tersenyum bahagia.

Oleh Forum Bela Negara (PBN) Kaltara, sebuah rumah yang selama ini tidak difungsikan didesain sedemikian rupa menjadi tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), bagi anak-anak yang ada di wilayah tersebut.

Sesuai lokasi kampung yang memang menjadi salah satu wilayah terdepan Indonesia, tempat ini diberi mana PAUD Bela Negara 'Pesisir NKRI".

Tahap awal ini, sedikitnya ada sekitar 20 anak dari total lebih dari 50 anak yang sudah bergabung di PAUD tersebut.

Ketua FBN Kaltara, Wahyudi, kepada Tribunkaltim.co, Minggu (23/7/2017) menuturkan, kondisi dusun Sei Batang ini masih cukup memprihatinkan.

Saat ini, kampung ini dihuni sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Dari Sebatik Timur, yang merupakan salah satu titik keramaian di Pulau Sebatik, Dusun Sei Batang ini bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan darat selama sekitar 1 jam perjalanan. Itupun hanya bisa dilalui jika kondisi jalan kering.

Jika turun hujan, maka mau tak mau warga harus menggunakan transportasi laut. Namun inipun baru menjadi pilihan jika warga sudah sangat terdesak. Pasalnya, kondisi gelombang di wilayah tersebut sangat tidak cocok untuk dilalui kapal-kapal kecil milik nelayan.

"Memang bisa dari jalur laut, tapi sangat berbahaya," ujar Wahyudi.

Dari Sei Batang, sekolah terdekat berjarak sekitar setengah jam perjalanan melalui jalur darat.

FBN Kaltara mengubah sebuah rumah di Kampung Sei Batang, menjadi tempat PAUD, Minggu (23/7/2017).
FBN Kaltara mengubah sebuah rumah di Kampung Sei Batang, menjadi tempat PAUD, Minggu (23/7/2017). (TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE)

"Kalau sudah turun hujan dan air laut pasang, anak-anak ya terpaksa nggak sekolah. Jalan nggak bisa dilalui karena berlumpur," imbuhnya.

Selain sekolah, kondisi infrastruktur di dusun Sei Batang juga menurutnya masih perlu banyak pembenahan. Saat ini, sama sekali tak ada fasilitas listrik dan air bersih. Untuk listrik, warga sehari-hari menggunakan mesin genset. Sementara untuk air, diambil dari beberapa mata air yang ada di wilayah tersebut.

Wahyudi berharap, agar Pemerintah khususnya Pemprov Kaltara bisa memberi perhatian lebih baik dusun Sei Batang. Bagaimanapun juga, kata dia, kampung ini merupakan "wajah Indonesia".

"Kampung ini juga harus dapat perhatian. Mungkin pejabat-pejabat itu juga belum tahu, bahwa masih ada wilayahnya yang seperti ini, karena jarang terekspose. Selama ini kan yang sering diperhatikan hanya di tapal batasnya," ujarnya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved