Dewan Kesenian Balikpapan Boyong 64 Orang ke Jogja

Selain menampilkan batik khas Balikpapan, ada Tiga tarian ditampilkan yakni Tarian Suku Dayak, Tarian Pesisir dan Tari Laminku.

Dewan Kesenian Balikpapan Boyong 64 Orang ke Jogja
TRIBUNKALTIM/SITI ZUBAIDAH
BERLATIH - Para penari dan pengurus DKB beratih sebelum berangkat ke Yogyakarta d Gedung DKB, Rabu (26/7). 

BALIKPAPAN, TRIBUN - Demi melestarikan kesenian dan Budaya Kalimantan Timur dan mengenalkannya kepada wisatawan nasional maupun manca negara, Dewan Kesenian Balikpapan (DKB) akan mengadakan pergelaran tunggal Muhibah Budaya di Kota Yogyakarta pada 28 sampai 31 Juli 2017 mendatang.

"Diawali tahun 2005 kita ke Makassar dan itu pertama kali kita adakan Muhibah Budaya keluar Balikpapan, niatnya kita ingin mempromosikan budaya dan keseniaan Balikpapan kepada daerah luar," kata Irwan Faisal Ketua DKB Balikpapan, Selasa (26/7).

Selama ini DKB sudah melaksanakan Muhibah di beberapa daerah, yaitu Taman Nasional Marzuki, Taman Mini Indonesia Indah, Bali dan Makassar. "Kita paling sering pentas seni di Bali, karena banyaknya turis, dimana luar biasa animo masyarakat melihat penampilan dari kesenian yang diusung oleh DKB," ujarnya.

Dalam pergelaran ini DKB akan menjual khasanah dayak. "Budaya dayak ini sangat disenangi dan menjual, bahkan tarian-tarian dayak sangat diminati, apalagi kesenian dan baju khas dayak," katanya.

Kali ini untuk pertama kalinya DKB mencoba tampil outdoor. "Tempatnya beda karena digelar di titik nol kilometer Jogja, kompleks Benteng Vredeburg Jalan Achmad Yani, Yogyakarta," ujar Faisal.

Penampilan Muhibah Budaya ini pertama kali di Jogja. Pemilihan Kota Gudeg karena kota ini merupakan kiblat seniman-seniman Indonesia selain Bali dan Bandung. "Kita sekaligus ingin mendapatkan apresiasi dari seniman Jogja. Selain itu di daerah Titik Nol ini merupakan lalu lintasnya ramai, sehingga ingin menarik simpati masyarakat secara luas," ujarnya

Ada tiga tarian yang dibawakan serta menampilkan batik khas Balikpapan. Tiga tarian meliputi Tarian Suku Dayak dengan judul Pesona Mahakam dari koreografer Yatim, ke dua tarian Pesisir dengan judul Rindak Kumantis dan ketiga tarian Laminku (Rumahku). "Semua tarian ini durasinya panjang, bukan hanya sebuah tarian ada yang sampaikan dalam tarian tersebut. Sekitar 64 orang berangkat ke Jogja," ungkapnya.

Dinas Pendidikan Kota Balikpapan pun memberikan dukungan dengan kegiatan ini. "Tentunya kalau Jogja jadi barometer ini menjadi tantangan sendiri untuk DKB, kita berharap tampilnya di Jogja bisa mengenalkan lebih luas," kata Mukiran, Kabid Budaya Dinas Pendidikan Kota Balikpapan.

Sementara, H.Karmin Wakil Dewan Penasehat DKB mengatakan, Muhibah Budaya ke Yogyakarta adalah sebuah tantangan. "Kita Optimistis akan menggaet penonton. Dengan tim yang solid agar bisa menampilkan yang maksimal," ungkapnya. (dha)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved