Berita Pemkab Kutai Timur

Ikut Dirikan Tiang Ayu, Bupati Ismunandar: Festival Erau Bisa Jadi Inpirasi Kutim

Bupati Kutim Ismunandar menghadiri pembukaan Festival Kesenian Rakyat Internasional V, Erau adat Kutai 2017, di Stadion Rondong Demang, Tenggarong.

Ikut Dirikan Tiang Ayu, Bupati Ismunandar: Festival Erau Bisa Jadi Inpirasi Kutim
HO - Humas Pemkab Kutim/Syahid
Bupati Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang beserta istri saat menghadiri festival Erau di Tenggarong 

TENGGARONG - Bupati Kutim Ismunandar menghadiri pembukaan Festival Kesenian Rakyat Internasional V, Erau adat Kutai 2017, di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Minggu (23/7/2017).

Dalam Festival Kesenian Rakyat Internasional V (FKRI-V), Erau Adat Kutai ini, Bupati Ismunandar didampingi istri Encek UR Firgasih dan Wabup Kasmidi Bulang hadir bersama istri Tirah Satriani.

Turut hadir Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI, Yasonna Hamonangan Laoly, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Kegiatan Erau diawali prosesi mendirikan tiang Ayu di ruang Stinggil Keraton.

Ismunandar menjelaskan, sebelum dimekarkan, Kabupaten Kutim merupakan satu kesatuan dari Kutai Kartanegara (Kukar). Sehingga antara kedua kabupaten tersebut masih terjalin sebuah ikatan persaudaraan.

"Kutim hadir untuk memeriahkan acara karena benang merah sejarah yang panjang di antara kedua daerah ini," ujarnya.

Dia juga mengatakan adanya festival erau adat Kutai tersebut merupakan warisan budaya yang memiliki nilai-nilai luhur yang senantiasa harus dijaga kelestariannya.

Ini adalah aset yang sangat berharga.

Semoga kegiatan Erau seperti ini menjadi salah satu inspirasi bagi Kutim dalam melaksanakan kegiatan budaya, seperti upacara adat pelas tanah yang perdana digelar beberapa waktu lalu di Sangatta.

"Erau akan menginspirasi kegiatan di Kutim (pelas tanah) pada waktu yang akan datang. Walau tidak semeriah erau, tetapi pesta budaya Kutim tetap dilaksanakan dan dilestarikan," ungkapnya.

Mantan sekretaris kabupaten ini juga berharap gelaran pelas tanah di Kutim dapat menjadi magnet yang menarik banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung ke Kutim yang bisa mendongkrak pendapatan asli daerah dan pertumbuhan ekonomi warga lokal.

"Pelas tanah diharapkan mampu menjadikan salah satu daya tarik wisata," harapnya.

FKRI-V, turut dimeriahkan oleh penampilan kesenian rakyat dari negara delegasi negara sahabat di antaranya Jepang, Korea Selatan, India dan Bulgaria. (advetorial/hms7)

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved