Berita Pemkab Kutai Timur

Kutim Raih Juara Umum Sumpit Tradisional

Kutim berhasil menyabet juara umum di ketegori sumpit tradisional yang diperoleh atlet dari Dispora Kutim dan Kecamatan Bengalon

Kutim Raih Juara Umum Sumpit Tradisional
Istimewa
Kejuaraan menyumpit tradisional pada Fastival Erau yang diikuti tim sumpit tradisional Kutai Timur 

SANGATTA – Tim Sumpit Tradisional Kutai Timur yang mengikuti lomba Olahraga Rekreasi Tradisional dan Layanan Khusus ( ORTLK)  kembali berjaya di ajang Festival Erau Adat Kutai dan Internasional Folk Art Festival di lapangan Pemuda Kota Tenggarong , Kamis, (27/7/2017) lalu,  dengan menyapu bersih tiga kategori lomba sumpit tradisional, baik 20, 25 maupun 30 meter.

Kepala Seksi (Kasi) ORTLK Dispora Kutim, Supartono mengatakan Kutim mengirimkan dua regu yang  terdiri dari tim Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) dan Kecamatan Bengalon pada open turnamen ini.

Kedua tim merupakan binaan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kutim dan mendapat bimbingan pula dari Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi).

Baca: Wabup Kasmidi Minta Calon Jamaah Haji Jaga Stamina dengan Olahraga Ringan

“Ke depan olahraga ini akan lebih ditingkatkan lagi pembinaanny,  melalui sekolah-sekolah. Karena olahraga ini sifatnya massal,” kata Supartono.

Apalagi, pada Erau 2017, menurut Supartono, Kutim berhasil menyabet juara umum di ketegori sumpit tradisional yang diperoleh atlet dari Dispora Kutim dan Kecamatan Bengalon, hasil ini sudah yang kedua kalinya. Dimana tahun sebelumnya Kutim juga menjadi juara umum.

 “Juara pertama, 20 meter dan 30 meter sumpit tradisional diraih atlet Dispora Kutim atas nama Ruslan H Diasamo Sementara jarak 25 meter sumpit tradisional,   juara  pertama diraih Syaiful dari Kecamatan Bengalon,” ungkap Supartono.     

 Ruslan H Diasamo mengatakan, olahraga sumpit sebenarnya bukan bidangnya. Namun karena ditekuni, profesi ini akhirnya menghasilkan prestasi dan bisa merasakan manfaatnya. 

 “Membawa nama daerah (Kutim) lebih utama dari pada yang lainnya karena olahraga tradisional ini harus terus dipromosikan agar bisa masuk sebagai Cabor di KONI,”harap Ruslan H Diasamo yang sudah lebih sepuluh tahun menekuni olahraga ini.(advetoria/hms8)  

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved