Rekam Jejak Politik Hary Tanoe: Ketika sang Pengkritik Berbalik Arah Merapat Kubu Jokowi

Tak sampai setahun masuk ke Partai Hanura, pengusaha Hary langsung dilantik sebagai Ketua Bapilu partai tersebut.

Rekam Jejak Politik Hary Tanoe: Ketika sang Pengkritik Berbalik Arah Merapat Kubu Jokowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Hary Tanoesoedibjo. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo yang selama ini kerap mengkritik pemerintahan berbalik arah mempertimbangkan untuk mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Tentu wacana ini memancing spekulasi politik. Terutama menyangkut kepentingan di balik manuver balik kanan Hary Tanoe yang sebelumnya bersama KMP di seberang Jokowi.

Malah Sekjen Perindo Ahmad Rofiq menuturkan kemungkinan Perindo akan memantapkan langkah mendukung pencapresan Jokowi di Pilpres 2019 melalui Rapimnas yang akan digelar akhir tahun ini.

Dalam catatan Tribunnews.com, sebelum membentuk Perindo, Hary Tanoe telah memulai karir Politiknya dengan bergabung di Partai NasDem.

Karir politiknya dimulai sebagai Ketua Dewan Pakar Partai NasDem pada 9 Oktober 2011. Namun Hary memutuskan mundur pada 21 Januari 2013.

Saat itu alasan Hary mundur karena memiliki perbedaan visi dan misi dengan Ketua Dewan Majelis Nasional Partai NasDem, Surya Paloh, yang kini menjabat Ketua Umum NasDem, ketika Surya Paloh mengambil alih kendali partai.

Pengusaha media itu pun kemudian bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Minggu (17/2/2013), Hary mengumumkannya kepada publik di kantor Dewan Pimpinan Pusat Hanura.

Tak sampai setahun masuk ke Partai Hanura, pengusaha Hary langsung dilantik sebagai Ketua Bapilu partai tersebut.

Alasan pengangkatan, Hary, pengusaha media, memiliki modal politik yang besar.

Hal ini diungkapkan oleh politisi Hanura, Yuddy Chrisnandi, mantan Ketua Bappilu, saat dihubungi, Rabu (3/7/2013).

Halaman
123
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved