Kantor Camat Mengontrak Rp 300 Juta

Kurang representatifnya kantor kecamatan Balikpapan Tengah dan kelurahan Mekar Sari Balikpapan membuat kedua pejabatnya berharap segera pindah kantor.

Kantor Camat Mengontrak Rp 300 Juta
TRIBUNKALTIM/MUHAMMAD ALIDONA
SIDAK KANTOR -Komisi I DPRD kota Balikpapan saat menggelar inspeksi mendadak ke kantor kecamatan Balikpapan Tengah dan kelurahan Mekar Sari, Rabu (2/8). 

BALIKPAPAN, TRIBUN - Kurang representatifnya kantor kecamatan Balikpapan Tengah dan kantor kelurahan Mekar Sari Balikpapan membuat kedua pejabatnya berharap segera pindah kantor.

Camat Kecamatan Balikpapan Tengah, Budi Mulyanto berharap pemerintah kota segera m emindahkan ke kantor eks PDAM kota Balikpapan atau segera membangun kantor kecamatan yang baru. Menurutnya, keluhan masyarakat sebenarnya sudah cukup lama, selama ini pihaknya hanya bisa memaksimalkan pelayanan yang ada.

“Keluhan masyarakat sebenarnya itu sudah cukup lama tapi kami tetap mencoba maksimalkan pelayanan, tetapi itu tadi, jadi terbatas, terutama berkaitan dengan lahan parkir karena kalau dipikir-pikir Kecamatan Balikpapan Tengah ini penduduknya nomor dua terbanyak, oleh karena itu dengan kantor yang seperti ini tentu menjadi kendala juga mengganggu arus lalu lintas,” katanya.

Selain itu, biaya kontrak bangunan kantor kecamatan yang mencapai Rp 300 juta bisa digunakan utnuk kegiatan pembangunan yang lainnya. “Untuk kontraknya kurang lebih Rp 300 juta kalau misalnya tidak digunakan untuk sewa itu bisa dipakai untuk kegiatan lainnya, ini kan terhitung 1 Mei 2017 jadi 1 Mei 2018 selesai makanya berharap setelahnya bisa dipindahkan ke eks PDAM,” katanya.

Sementara itu, Plt Lurah kelurahan Mekar Sari, Baidawi mengungkapkan ada beberapa kendala yang dihadapi oleh kelurahan Mekar Sari dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Meski komisi I DPRD kota Balikpapan menilai bahwa pelayanan sudah bagus namun tidak bisa dipungkiri bahwa bangunan yang tidak representatif membuat pelayanan menjadi terbatas.

Oleh karenanya, pihaknya meminta DPRD sebagai mitra kelurahan, dapat mendesak pemerintah kota Balikpapan untuk meminta kontraktor dapat membangun kantor kelurahan baru.

“Karena kenyamanan sangat kita perlukan, sekarang ini kondisinya berdesak-desakan, sewa juga dan tiap tahun bayar Rp 150 juta. Dengan kondisi sepeti ini kita cari yang lebih bagus lagi kayaknya tidak ada juga, ini halamannya tidak ada, parkir tidak ada, ini sudah 3 tahun,” katanya.

Selain itu, di sekitar kantor kelurahan Mekar Sari terdapat tiang listrik yang terbuat dari kayu jati yang kondisinya miring dan dimakan rayap sehingga dikhawatirkan dapat tumbang sewaktu-w aktu.

“Takutnya pas ambruk, keluhan itu sering kali disampaikan, tiap kali ada rakor pertemuan RT, biasanya RTnya yang menyampaikan itu tetapi kita juga bukan pengambil kebijakan kita susah juga kalau kondisinya seperti ini, kita sering menyampaikan ke PLN tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut, kita juga tidak tahu SOPnya seperti apa, jadi tunggu saja, “ katanya. (ald)

Penulis: Muhammad Alidona
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved