Peresmian Rusunawa di Bontang Molor Lagi

Molor karena Perwali yang juga mengatur penetapan harga sewa per unit di Rusunawa Api-api belum terbit.

Peresmian Rusunawa di Bontang Molor Lagi
TRIBUN KALTIM/RUDY FIRMANTO
ilustrasi rusunawa 

TRIBUNKALTIM.CO - Jadwal peresmian Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) di Kelurahan Api-api kembali molor. Hingga kini Rusunawa yang telah rampung sejak 2 tahun lalu sudah dapat dihuni, tak kunjung dihuni padahal Dinas Pemukiman, Kawasan Perumahan dan Pertanahan, akhir bulan Juli sudah mulai dihuni.

Sekretaris Dinas Pemukiman, Kawasan Perumahan dan Pertanahan, Maksi Dwiyanto mengatakan pihaknya belum bisa memulai operasi Rusunawa sebelum payung Perwalinya rampung. Perwali tersebut sangat penting karena memuat petunjuk teknis (Juknis) pengelolaan Rusunawa.

"Belum bisa, karena Perwalinya belum terbit. Tidak mungkin kita jalan kalau belum ada payung hukumnya," kata Maksi Dwiyanto.

Ia menjelaskan, Perwali tersebut dibutuhkan sebagai acuan untuk penetapan harga sewa per unit di Rusunawa Api-api.

Saat ini pemerintah telah menetapkan besaran premi tiap bulannya. Hasil kesepakatan pemerintah, tarif nantinya sebesar Rp 250 ribu untuk lantai dasar. Kemudian semakin murah untuk lantai dua hingga lantai ke-4.

Hanya saja, legitimasi pelaksanaan harus tertuang di dalam Perwali. Kendati pihaknya telah menetapkan tarif, namun harus lebih dulu tertuang di dalam dasar hukum pelaksanaan. "Memang sudah ditetapkan, tapi harus tertuang karena kalau hanya secara lisan bisa jadi temuan bagi kami," katanya.

Pun demikian, Maksi optimistis pembahasan Perwali bakal selesai dalam waktu dekat. Sehingga hunian segera dapat dihuni dalam waktu dekat pula. Sekadar informasi, saat ini pendaftar untuk Rusunawa Api-api baru mencapai 40 orang Kepala Keluarga (KK).

Sedangkan, kapasitas tampung Rusunawa mencapai 150 unit. Diharapkan masyarakat yang ingin menghuni Rusunawa segera mendaftar di dinas pemukiman.

Terkait pernyataan Walikota Neni yang akan memberikan skala prioritas kepada petugas kebersihan di lingkungan Pemkot Bontang jadi penghuni Rusunawa, Maksi memastikan komitmen komitmen tersebut tetap berjalan.

Menurutnya, para petugas cleaning service yang bekerja sebagai outsourching, serta pegawai honorer pemkot Bontang sudah diberi penyampaian khusus.

"Sekarang pendaftar juga kami buka bagi tenaga honorer, cleaning service dan petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup, karena mereka juga termasuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)," tandasnya.

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved