Berita Video

VIDEO – Biadab! Bocah 2,5 Tahun Disiksa Hingga Tewas Oleh Seorang Pria Karena Hal Sepele

Akibatnya penganiayaan itu, bocah malang tersebut tewas dengan sejumlah luka diantaranya, mata kiri-kanan lebam hingga kedua kuping mengeluarkan darah

VIDEO – Biadab! Bocah 2,5 Tahun Disiksa Hingga Tewas Oleh Seorang Pria Karena Hal Sepele
Youtube
Pria aniaya bocah 2,5 tahun hingga tewas karena hal sepele 

TRIBUNKALTIM.CO - Penganiayaan terhadap balita umur 2,5 tahun hingga tewas terjadi di Prabumulih. Kali ini, seorang pria yang mengaku karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bagian sarana gerbong Pengawas Urusan Kereta (PUK) Setasiun Prabumulih menganiaya balita umur 2,5 tahun hingga tewas, Kamis (3/8/2017) sekitar pukul 03.00.

Pelaku yakni Anasta Sulismana (48) warga Jalan Jenderal Sudirman RT 10 RW 02 Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih.

Sementara, balita yang tewas dianiaya yakni Alvin Aditya bin Andi Aries (2,5) yang merupakan anak dari selingkuhan pelaku bernama Mia (34), warga Jalan Kamboja RT 01 RW 03 Kelurahan Sindur Kecamatan Cambai kota Prabumulih.

Akibatnya penganiayaan itu, bocah malang tersebut tewas dengan sejumlah luka diantaranya, mata kiri-kanan lebam hingga kedua kuping mengeluarkan darah dan tulang rusuk kiri biru, tangan kanan patah diduga akibat dipukuli serta ditendang pelaku. Tidak hanya itu, pelaku bahkan menendang korban dari rumah panggung selingkuhannya hingg terpental ke bawah atau ketinggian 1,5 meter.

Penganiayaan dilakukan pelaku itu sendiri akibat masalah sepele yakni akibat Alvin yang terus-terusan menangis. Alvin menangis ketika mendengar pelaku mendobrak pintu ketika pulang pada Kamis (3/8/2017) sekitar pukul 03.00 dengan kondisi mabuk usai pesta miras dari cafe tak jauh dari rumah selingkuhannya itu.

Korban Alvin sempat diselamatkan warga, namun akibat mengalami luka parah korban tewas mengenskan di lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban masih dirumah duka. Sementara pelaku telah diamankan di Mapolsek Cambai.

Informasi berhasil dihimpun Tribun Sumsel, penaniayaan tersebut bermula ketika Anasta Sulismana yang mengakui pegawai PT KAI itu mendatangi rumah selingkuhannya karena libur bekerja.

Namun ketika datang, Anasta Sulismana mendapati Mia tidak ada diduga telah memiliki pria idaman lain. Lantaran kesal, pelaku kemudian melampiaskan dengan mendatangi cafe tak jauh dari rumah tersebut dan berpesta miras dengan teman-temannya.

Kemudian setelah pukul 03.30 pelaku pulang ke rumah Mia, namun rumah dalam kondisi terkunci dan digedor tidak ada jawaban. Anasta kemudian mencari ke rumah tetangga dan ke cafe namun tidak menemukan Mia pujaan hatinya.

Pelaku yang diduga sudah terbawa nafsu dalam kondisi mabuk kemudian kembali ke rumah dan menobrak pintu rumah hingga terbuka. Mendengar itu, dua anak Mia yakni Kelvin (4) terbangun sementara Alvin (2,5) terbangun dan lansung nangis.

Halaman
123
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved