Liga Indonesia
Awali Putaran Kedua dengan Hasil Buruk, Begini Komentar Caretaker Borneo FC
Pesut Etam tampak amat perkasa pada putaran pertama Liga 1 saat bermain di kandang.
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Usai ditumbangkan Sriwijaya FC, Caretaker Borneo FC mengakui timnya tampil di bawah performa.
Pemain Pesut Etam seolah gagal menerjemahkan instruksi Ricky di lapangan.
Permainan Pesut Etam melempem dan kesulitan masuk ke kotak penalti Sriwijaya FC pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/8/2017) mulai pukul 16.00 Wita.
Menurutnya anak asuhnya lengah dalam mengantisipasi serangan balik lawan. Padahal ia mengaku saat latihan, para pemain diminta mewaspadai serangan balik musuh.
Hasil yang sangat mengecewakan ini dianggap Ricky menjadi pelajaran berharga timnya agar bisa bangkit di laga selanjutnya.
"Kami harus tetap bangkit. Kita tidak mungkin putar waktu kembali. Tetap dukung kami. Pasti kami lebih berat harus berusaha bisa menang di luar kandang supaya bisa mengganti poin yang terbuang hari ini," ungkap Ricky.
Kekalahan ini sekaligus mencoreng angkernya Stadion Segiri. Pesut Etam tampak amat perkasa pada putaran pertama Liga 1 saat bermain di kandang.
Kini, dari 8 laga kandang, Pesut Etam mengemas 7 kali kemenangan dan satu kekalahan atas Sriwijaya FC.
Hasil buruk ini membuat posisi Borneo FC semakin terpuruk di peringkat 13 klasemen sementara dengan poin 24. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pelatih-pbfc-ii-ricky-nelson_20170226_075317.jpg)