Berita Pemkab Kutai Timur

Cegah Maraknya Pelajar Ngelem, Wabup Kasmidi Minta Dibentuk Tim Terpadu

Mereka menggunakan obat batuk secara berlebihan, dipadu dengan minuman berenergi serta menghirup aroma lem.

Cegah Maraknya Pelajar Ngelem, Wabup Kasmidi Minta Dibentuk Tim Terpadu
TribunKaltim/Christoper Desmawangga
Wabup Kasmidi Bulang saat menginstruksikan pembentukan tim terpadu menangani remaja nakal. 

SANGATTA - Maraknya penyalahgunaan obat batuk oleh kalangan pelajar di Kabupaten Kutai Timur cukup memprihatinkan.

Mereka menggunakan salah satu merek obat batuk secara berlebihan, dipadu dengan minuman berenergi serta menghirup aroma lem.

Beranjak dari hal tersebut, Wakil Bupati Kasmidi Bulang yang mengaku cukup prihatin langsung mengintruksikan segera membuat SK (surat keputusan) Bupati pembentukan tim terpadu.

Dengan tugas pokok menangani para pelajar yang menyalahgunakan obat-obatan, menuntaskannya hingga melakukan pemantauan. Hal itu diungkapkan saat memimpin coffee morning, Senin (31/8/2017) lalu.

“Segera dibuatkan SK Bupati untuk tim monitor pelajar yang gunakan obat batuk dan ‘ngelem’. Koordinatornya nanti Dinas Pendidikan, karena ini sudah semakin parah dan menghawatirkan. Kalau ketangkap jangan dilepas, kita
pantau terus perkembangannya,” tegas Kasmidi.

Kepala Satpol PP Arief Yulianto mengatakan, laporan adanya kasus penggunaan salah satu merek obat batuk ini sudah disampaikan para kepala sekolah. Rata-rata kepala sekolah menginginkan ada upaya pengamanan murid-murid yang sering bolos dan atau ngelem. Bahkan, saat pihak sekolah menunjukkan lokasi “pesta obat batuk dan lem”, pihak Satpol PP Kutim langsung mengamankan para pelajar yang sedang teler.

“(Memang) Sangat disayangkan tindakan para pelajar tersebut, penanganan anak-anak itu diserahkan sepenuhnya kepada Satpol PP. Rata-rata pengguna justru dari pelajar usia SMP dan SMA,” ungkap
Arief.

Pembentukan tim terpadu, sesuai saran jajaran Satpol PP Kutim juga yang ingin permasalahan tersebut ditangani secara mendalam. Tim terpadu terdiri dari Satpol PP, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Pemerintah Kecamatan, Dinas Kesehatan, sehingga penyelesaian bisa dilakukan dengan tuntas.

Rencananya anak-anak yang ditertibkan terlebih dahulu akan didata dan dipantau perkembangannya. Kemudian tiap bulan OPD wajib memonitor.

Misalnya dari Dinas Pendidikan melakukan monitoring dari sisi prestasi dan kehadiran di sekolah. Kalau memang masih sering bolos dan prestasi menurun, bisa dicurigai siswa bersangkutan masih sering “asyik ngelem”. Selanjutnya dari Dinas Kesehatan mengecek kesehatan, lalu dari Dinas Sosial sesuai perannya.

Paling membuat miris, tindakan ngelem dan gunakan obat batuk berlebihan ini biasanya berlanjut pada tindakan negative lainnya, yaitu seks bebas yang umumnya dilakukan anak-anak di bawah umur.

Penggunaan yang sengaja dioplos dengan minuman suplemen dapat mengakibatkan efek memabukkan dan juga disalahgunakan sebagai pengganti obat
terlarang.(advertorial/hms10)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved