Menkes Nila Moeloek Mengaku Terasa Sesek saat Naik Pesawat Kecil

MENIKMATI penerbangan menggunakan pesawat kecil tipe Kodiak milik maskapai MAF, merupakan pengalaman baru bagi Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek.

TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek di SD 002 Nunukan. 

TRIBUNKALTIM.CO - MENIKMATI penerbangan menggunakan pesawat kecil tipe Kodiak milik maskapai MAF, merupakan pengalaman baru bagi Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek. Dia mengaku cemas selama perjalanan dari Long Apung, Malinau menuju Tanjung Selor, Bulungan.

MENTERI Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek, Senin (7/8) kemarin melakukan kunjungan ke perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) dalam rangka pencanangan komitmen Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Di depan ratusan masyarakat Long Apung, Malinau, Nila mengisahkan pengalamannya saat naik pesawat kecil dari Long Apung ke Tanjung Selor. Perasaan cemas dan was was selama dalam perjalanan dari Long Apung menuju Tanjung Selor menyelimuti benak sang Menteri.

"Rupanya oksigen kurang. Dalam hati, saya mungkin akan kena serangan jantung. Saya merasakan sesek. Ternyata pak Sanusi (Asisten I Bidang Pemerintahan Setprov Kaltara) juga merasa sesek," beber Nila Moeloek.

Kontan, pengakuan Ibu Menkes mengundang tawa peserta kegiatan pencanangan komitmen Germas yang terdiri dari tokoh masyarakat, pejabat pemerintah daerah, kepala puskesmas dan RSUD di Kaltara.

Kedatangan Menkes Nila ke Long Apung ini ingin melihat langsung kondisi pelayanan kesehatan di perbatasan. Menurutnya, Germas bukan hanya tugas Kementerian Kesehatan dan tenaga-tenaga kesehatan di daerah. Melainkan, perlu dukungan konkret lintas kementerian seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.

"Tadi saya lihat di sana sudah dibuka aksesnya, tetapi jalan tanah. Pikiran saya, kalau ibu hamil lewat di situ, keburu brojol (melahirkan) di jalan. Kami harap Kementerian PU segera meningkatkan infrastruktur itu," katanya.

Begitu pun terhadap pemenuhan air bersih bagi masyarakat termasuk air bersih untuk puskesmas, hunian bagi tenaga kesehatan, serta jaringan telekomunikasi dinilainya sangat perlu penguatan.

Kementerian Kesehatan sudah menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi bagi lima puskesmas di Malinau dengan jumlah anggaran sangat besar.

"Akan tetapi kami sadar tidak semudah itu walaupun ada uang. Jadi puskesmas itu diperlukan betul untuk menjaga gawang. Perlu penguatan naik SDM maupun sarana dan prasarana. Kami harus jaga, masyarakat sehat tetap sehat dan yang sakit menjadi sehat," ujarnya.

Terobosan penguatan puskesmas lanjutnya tidaklah cukup, sebab bersifat pasif, menunggu pasien datang. Kementerian Kesehatan membuat program pendekatan keluarga.

"Puskesmas dibuat pro-aktif mendekati keluarga agar diketahui betul apa yang terjadi dalam keluarga ini. Contohnya apakah dalam satu keluarga itu semua kena TBC atau tidak, ini yang harus kita tolong. Jadi preventif dan promotif juga sangat kita perlukan," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved