Breaking News:

RS Pratama Krayan Terpaksa Dijadikan Kantor Camat Sementara

Sejak selesai dibangun tidak pernah ada serah terima. Tidak ada peralatan medis atau dokter. Kosong begitu saja

TRIBUN KALTIM/M ARFAN
Penjabat Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie saat melakukan pelatakan batu pertama pembangunan rumah sakit pratama di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan pada Agustus 2014 lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Meskipun sejatinya dibangun untuk melayani kesehatan masyarakat, namun Rumah Sakit Pratama Krayan di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini belum difungsikan. Padahal jika berfungsi, bangunan megah itu diharapkan bisa melayani warga sehingga tidak perlu lagi berobat ke Malaysia.

Camat Krayan Barat, Yuni Sere mengatakan, rumah sakit yang terletak di Jalan Indomol, Kecamatan Krayan Barat ini tidak pernah difungsikan sejak selesai dibangun pada 2014 silam. Selain tak memiliki tenaga kesehatan, rumah sakit dimaksud juga tak ditunjang dengan peralatan medis.

"Sejak selesai dibangun tidak pernah ada serah terima. Tidak ada peralatan medis atau dokter. Kosong begitu saja," ujarnya, Senin (7/8).

Warga menyayangkan karena belum berfungsinya rumah sakit dimaksud. Dengan belum berfungsinya bangunan dimaksud, masyarakat masih harus berobat ke tempat yang lebih layak.

"Sekitar Mei 2017 kemarin saya punya sepupu hamil, pendarahan di puskesmas. Belum sempat ke Tarakan untuk rujuk akhirnya meninggal sama bayinya. Sebelumnya saya kira juga tidak sedikit kasus seperti ini," ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Krayan Barat sudah beberapa kali menyampaikan persoalan ini saat musyawarah rencana pembangunan, dengan harapan peralatan medis maupun tenaga dokter spesialis segera terisi. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda usulan itu mendapatkan respon.

"Terakhir kami mengusulkan penyediaan alat kesehatan sebesar Rp 20 miliar kepada Pemkab Nunukan untuk diakomodir pada APBD 2018. Jumlah itu kami buat secara global saja, kita nggak buat rinciannya, untuk apa saja. Karena kami tidak punya referensi kepada siapapun," ujarnya.

Dia mengatakan, angka sebesar itu bisa muncul sekaligus menunjukkan rasa kecewa masyarakat, "Kenapa ada bangunan rumah sakit kok ndak ada alat atau dokter?" tanya dia.

Tak hanya persoalan tenaga medis dan alat kesehatan, bangunan rumah sakit juga belum dilengkapi air bersih dan listrik.

Agar gedung tersebut tidak rusak akibat lama tidak digunakan, masyarakat setempat justru berinisiatif memanfaatkannya sebagai kantor kecamatan.

"Satu tahun ini kita pakai kantor kecamatan supaya tidak cepat rusak. Kami pasang diesel untuk kebutuhan listrik. Semoga pemerintah berbuat, bagaimana caranya agar rumah sakit ini berfungsi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved