Mantan Pengantar Air Lulus Tes Polisi, Alasannya Masuk Polri Bikin Nangis

Selama mengenyam pendidikan di bangku sekolah, ibunyalah yang banting ulang menjadi pembantu

Mantan Pengantar Air Lulus Tes Polisi, Alasannya Masuk Polri Bikin Nangis
Tribunkaltim/M Fachri Ramadhani
Elisa Erik Mara Sandi (20) casis asal Kubar saat mengikuti pendidikan di SPN Balikpapan 

TRUIBUNKALTIM.CO - Elisa Erik Mara Sandi (20) membuktikan dengan kebulatan tekad dan kesungguhan mampu lulus seleksi tes Bintara Polri TA 2017.

Saat ini ia bersama 248 rekannya yang lolos menjalani seleksi di SPN Balikpapan selama 7 bulan.

Pernah gagal pada penerimaan tahun 2015 tak membuat ia patah arang. Ia kembali mendaftar pada penerimaan Polri 2017.

Baca: 8 Fakta Bocah SD Tewas Dipukul Teman Sebayanya, Nomor 6 Bikin Ngelus Dada

"Saya kemarin gagal. Tahun kemarin gak ikut seleksi karena harus kerja untuk membantu pengobatan ibu," tuturnya.

Belakangan diketahui ada motivasi lain sehingga ia mampu lolos tes.

Ia bertekad menjadi polisi untuk membayar pengobatan ibunya yang bernilai jutaan rupiah akibat mengidap penyakit parkinson (struk) sejak 2013 lalu.

"Gaji saya nanti buat bayar uang pengobatan ibu. Ada obat yang harganya Rp 1.300.000," katanya saat berbincang dengan Tribunkaltim.co, Rabu(9/8/2017).

Selangkah lagi cita-cita dirinya yang ingin menjadi polisi bakal tercapai. Ia bertekad untuk memperbaiki taraf hidup keluarga yang bisa dikatakan pas-pasan.

Selama mengenyam pendidikan di bangku sekolah, ibunyalah yang banting ulang menjadi pembantu di salah satu asrama Katolik di Kubar. Lantaran ayahnya meninggal saat usianya 5 tahun.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved