Selasa, 28 April 2026

Rhoma Irama Siap Hadapi Jokowi di Pilpres 2109

Demi melancarkan niat dari partai IDAMAN, Rhoma beserta kader partainya mengajukan

Kompas.com/Kristian Erdianto
Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (IDAMAN), Rhoma Irama siap tantang Joko Widodo dalam Pemilu 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan Raja Dangdut tersebut di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), di Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017).

Ia menuturkan jika partainya tak akan memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo, lantaran rapat pleno Partai IDAMAN memutuskan untuk mengusung dirinya sebagai calon presiden.

Baca: Nagita Slavina Pernah Bayar 3 Mantan Raffi Ahmad

Demi melancarkan niat dari partai IDAMAN, Rhoma beserta kader partainya mengajukan gugatan uji materi mengenai tiga pasal dalam UU Pemilu 2019.

Salah satunya, Pasal 222 pada UU Pemilu mengenai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Syarat presidential threshold  memangkas hak konstitusional Partai IDAMAN yang memutuskan saya untuk maju sebagai calon presiden," ujar Rhoma.

Baca: Di daerah ini Ibu Hamil Yang Akan Melahirkan Wajib Siapkan 4 Pendonor Darah

Ia berharap jika dengan uji materi UU Pemilihan Umum 2019 ini, presidential threshold akan dihapuskan atau menjadi zero threshold.

Disinggung mengenai apakah dirinya sendiri memiliki keinginan untuk mencalonkan diri menjadi presiden, Rhoma menjawab dengan tegas.

"Satu konsekuensi logis. Kalau nggak saya ngapain ke MK," pungkasnya seraya tersenyum.

Gunakan Logo Cinta

Penyanyi dangdut Rhoma Irama mendeklarasikan partai baru bernama Partai Islam Damai Aman atau Partai Idaman, Sabtu (11/7/2015). Partai ini menggunakan logo bergambar tangan membentuk lambang cinta.

Deklarasi digelar di sebuah restoran di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu sore. Dalam sambutan, Rhoma menjelaskan makna lambang dan tagline yang digunakan partainya.

"Makna lambang partai ini adalah love, love Indonesia. Love ini adalah bahasa Inggris yang sudah meng-Indonesia," ujar Rhoma.

Pimpinan grup band dangdut Soneta itu juga menyandingkan kata love setara dengan kata peace (damai) yang kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Dengan partai barunya ini, ia ingin membuktikan kepada dunia bahwa Islam tak mendukung gerakan radikal.

"Karena di Indonesia ini mengalami islamofobia. Saya ingin mengeliminir stigma negatif di Indonesia itu bahwa Islam bukan seperti ISIS-lah, apa lah (yang menggunakan kekerasan)," kata Rhoma.

Acara deklarasi Partai Idaman ini masih berlangsung hingga pukul 17.30 WIB. Rhoma dan pendiri partai lain akan memberikan pernyataan pers di akhir acara.

Dalam acara tersebut, Rhoma mengundang sejumlah organisasi, yakni Akurat (Aliansi Kejujuran untuk Rakyat), Forum Ta-Mir Mushala Seluruh Indonesia, dan Forsa (Fans of Rhoma and Soneta)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved