Ancaman Tak Cukup untuk Korea Utara

Donald Trump : Peringatan Korea Utara Hanya Omong Kosong

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengulangi peringatan kerasnya kepada Korea Utara, Kamis (10/8/2017).

Donald Trump : Peringatan Korea Utara Hanya Omong Kosong
(AFP Photo/Robyn Beck)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump 

BEDMINSTER, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengulangi peringatan kerasnya kepada Korea Utara, Kamis (10/8/2017). Berbicara di samping Wakil Presiden Mike Pence di lokasi liburannya di New Jersey, Trump mengatakan, ancaman "hujan api dan kemarahan" mungkin tak cukup ampuh untuk Korut.

Trump juga mengatakan, China dapat melakukan lebih banyak peran dalam menekan Pyongyang untuk mengakhiri program senjata nuklirnya.

Dia pun menanggapi komentar Korut yang menyubut peringatannya sebagai omong kosong. Trump kembali berkata kepada wartawan, "mungkin memang peringaan semacam itu tak cukup bagi mereka. Mereka sudah lama melakukan ini di negara kita, bertahun-tahun," kata Trump, seperti dikutip AFP.

"Sudah saatnya seseorang maju membela warga di negara ini dan juga warga di negara lain. Jadi mungkin memang kata-kata tak lagi cukup kuat untuk mereka," sambung Trump. 

Sebelumnya, Trump sudah memperingatkan Korut bahwa mereka berada di bawah ancaman balasan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Hal itu terjadi jika Pyongyang melanjutkan program nuklirnya.

Hal itu mendorong Pyongyang untuk mengancam serangan rudal keGuam, wilayah kecil AS di Pasifik yang merupakan tempat fasilitas udara dan angkatan laut. Perang komentar sengit antara AS dan Korut terus memuncak. Muncul pula sikap beragam dari para pembantu Trump. 

Namun, Trump terlihat berusaha meluruskan kondisi itu dengan menegaskan bahwa tidak ada sikap yang beragam di kubu AS.  Trump malah menegaskan, seharusnya Korut sudah sangat-sangat gugup.

"Karena hal-hal itu akan terjadi pada mereka seperti yang tidak pernah mereka duga, oke?" tegas Trump. Kendati demikian, Trump mengatakan, AS tetap terbuka untuk pintu negosiasi, dan sekali lagi menyarankan China melakukan lebih banyak hal untuk membawa sekutunya itu ke jalur tersebut. "Saya pikir China bisa melakukan lebih banyak peran,"  cetus Trump lagi.

"Saya akan memberi tahu Anda ini, Korut lebih baik segera mengakhiri ini atau mereka akan berada dalam masalah seperti beberapa negara yang pernah bermasalah di dunia ini," ungkap Trump.

 (Glori K. Wadrianto)
 

Berita ini telah diterbitkan Kompas.com dengan judul "Trump: Ancaman Kata-kata Tak Cukup untuk Korea Utara"

Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved