Breaking News:

Nama Rizieq Shihab Disebut Calon Jamaah First Travel saat Singgung Kuasa hukum

Itu bagaimana logikanya dia bisa berkata seperti itu? dengan alasan pemerintah membekukan First Travel terus pemerintah yang ganti

Editor: Januar Alamijaya
Facebook
Dalam foto liburannya ini, Anniesa dan suaminya Andika Surachman tampak berpose dengan latar landmark tulisan Hollywood. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kuasa Hukum bos First Travel, Eggi Sudjana, menjadi sasaran amarah calon jemaah umrah yang gagal berangkat.

Korban dugaan penipuan oleh First Travel bernama Rahmat itu mengaku heran dengan ucapan Eggi Sudjana.

Menurut Rahmat, ucapan Eggi yang menyatakan bahwa pemerintah yang mengganti uang calon jemaah tidak masuk akal.

Baca: Netizen Kompak Minta Menteri Susi Tenggelamkan Pria Dalam Video ini

Ia juga mempertanyakan alasan Eggi yang menjadi kuasa hukum Rizieq Shihab, tapi malah membela orang yang mengambil uang dari puluhan ribu jemaah.

"Dia kan pengacara habib Rizieq, harusnya bela umat Islam yang terzolimi dong, malah First Travel," kesalnya.

Eggi Sudjana
Eggi Sudjana (TRIBUNNEWS.com/Lendy Ramadhan)

Seperti diketahui, polisi menghitung kerugian para korban yakni satu orang Rp14,3 juta dikali 35 ribu, kerugian mencapai Rp550 miliar.

Angka tersebut didapatkan setelah polisi melakukan penghitungan antara biaya yang harus dibayar setiap jemaah untuk melakukan perjalanan ibadah umrah dengan total jemaah yang belum diberangkatkan.

Dari pemeriksaan awal, penyidik Bareskrim menelusuri berbagai rekening dan aset yang dimiliki tersangka.

Namun, berdasarkan sejumlah rekening yang telah diblokir, penyidik hanya menemukan uang sekitar Rp1,3 juta.

Nangis di tahanan

Empat hari sudah, pasangan suami-istri bos biro perjalanan umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau lebih dikenal First Travel, Andika Surachman (31) dan Anniesa Hasibuan (31), mendekam di tahanan.

Keduanya ditahan di Polda Metro Jaya, dengan status tahanan titipan Bareskrim Mabes Polri.

Sejak Jumat (11/8/2017) keduanya diboyong penyidik ke Bareskrim di Gambir, Jakarta Pusat untuk menjalani pemeriksaan.

Mereka menyandang status tersangka penipuan, penggelapan serta tindak pidana pencucian uang terkait penyelenggaraan perjalanan umrah First Travel.

Dalam foto ini, terlihat Anniesa tengah menjepret makanan yang hendak disantapnya menggunakan ponsel merek iPhone.
Dalam foto ini, terlihat Anniesa tengah menjepret makanan yang hendak disantapnya menggunakan ponsel merek iPhone. (Facebook)

Saat di dalam tahanan Andika sempat mengatakan kepada sang pengacara Eggi Sudjana bahwa sebanyak 35.000 jemaah umrah siap diberangkatkan.

Namun, Andika kebingungan soal dana.

"Saya baru kemarin malam bertemu dia, belum banyak yang disampaikan, termasuk soal aliran dana, bukan kapasitas saya menjawab. Dia hanya minta para jemaah bersabar. Menurut stafnya, Andika bilang ke saya, 'Bang sudah siap 35.000 jemaah bisa jalan, tapi dananya dari mana, saya tidak tahu," tutur Eggi.

Baca: Begini Nih Cara Parkir yang Benar Kalau Mau Motor Matic Kamu Anti Maling

Sementara itu, Anniesa Hasibuan lebih sering menangis baik di tahanan maupun saat pemeriksaan.

Ini lantaran ia harus berpisah dengan sang anak yang baru saja dilahirkannya.

"Kalau Anniesa nangis terus, kasihan dia ingat anaknya dan dia kan baru melahirkan tiga minggu, anaknya kan perlu ASI, jadi kami akan ajukan penangguhan penahanan," ucap Eggi.

Dalam foto liburannya ini, terlihat Anniesa dan suaminya duduk dengan latar bunga Magnolia berwarna merah muda.
Dalam foto liburannya ini, terlihat Anniesa dan suaminya duduk dengan latar bunga Magnolia berwarna merah muda. (Facebook)

Eggi melanjutkan, nantinya yang akan menjadi penjamin bagi Anniesa Hasibuan adalah adik kandung Anniesa dan pengacara.

Bahkan jika diperlukan, ibunda Anniesa juga siap jadi penjamin.

Seperti diketahui, Andika dan Anniesa ditahan karena First Travel dituduh menipu calon jemaah yang ingin melaksanakan umrah.

Hingga akhirnya ada jemaah yang membuat laporan ke polisi pada Jumat 4 Agustus 2017.

Belum dibayar

Kepolisian mendapat informasi bahwa ada hotel dan maskapai penerbangan yang ternyata belum dibayar jasanya oleh First Travel.

Hal ini terungkap dari pengembangan yang dilakukan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

"Ada informasi bahwa hotel dan maskapai di Arab, ada yang belum dibayar jasanya. Padahal jemaah umrah sudah pulang dari Arab, artinya kan sudah menggunakan jasa," ucap Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak.

Dalam foto liburannya ini, Anniesa dan suami tampak berpose dengan latar landmark tulisan Hollywood.
Dalam foto liburannya ini, Anniesa dan suami tampak berpose dengan latar landmark tulisan Hollywood. (Facebook)

Jenderal bintang satu ini melanjutkan, dengan belum terbayarnya hotel dan maskapai di Arab menunjukkan bahwa ada uang yang belum terdistribusi.

"Ini menunjukkan indikasi kalau uangnya belum terdistribusi, kami akan telusuri kemana aliran uangnnya selama ini," tambah Herry Rudolf Nahak.

Baca: Nah Loh, Bupati ini Bantah Punya Hubungan dengan Dewi Sanca, Komunikasi pun tak Pernah

Kembalikan uang

Bareskrim Mabes Polri diminta untuk menyita seluruh aset yang dimiliki PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel.

Ini harus dilakukan untuk bisa mengembalikan dana ribuan jemaah yang ditelantarkan tidak bisa berangkat umrah ke tanah suci.

"Lakukan proses hukum secara sempurna, semaksimumnya. Asetnya disita dan dijual dan digunakan untuk refund atau untuk memberangkatkan jemaah," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid.

Sodik juga berpesan agar Bareskrim menelusuri aset-aset First Travel secara maksimal.

Nantinya, berapa pun nilainya, aset tersebut harus segera dikembalikan kepada para jemaah yang menjadi korban.

"Secukupnya, seadanya, jangan sampai mereka (jemaah) tidak menerima apa pun, nol sama sekali, kasihan mereka," ujar Sodik. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved