Pohon Tumbang Timpa Para Peziarah

Mengerikan, Pohon 200 Tahun Roboh saat Puluhan Orang Berkerumun di Bawahnya, Akibatnya Sungguh Fatal

Setidaknya 13 peziarah tewas dan 49 lainnya terluka akibat tertimpa pohon tumbang saat berlangsung sebuah upacara keagamaan di Pulau Madeira, Portugal

Mengerikan, Pohon 200 Tahun Roboh saat Puluhan Orang Berkerumun di Bawahnya, Akibatnya Sungguh Fatal
(EPA via BBC INDONESIA)
Lokasi musibah pohon tumbang di Pulau Medeira, Portugal. 

TRIBUNKALTIM.CO, FUNCHAL - Setidaknya 13 peziarah tewas dan 49 lainnya terluka akibat tertimpa pohon tumbang saat berlangsung sebuah upacara keagamaan di Pulau Madeira, Portugal. Sebuah video memperlihatkan pohon tersebut tumbang menimpa kerumunan umat yang tengah berkumpul di alun-alun di pinggiran Kota Funchal.

Musibah ini menyebabkan kepanikan para peziarah yang mengikuti acara perayaan tersebut. Dari 13 orang yang tewas, terdapat dua anak. Sementara, dari beberapa orang yang terluka terdapat sejumlah warga negara asing. Berbagai laporan menyebutkan, pohon yang tumbang tersebut adalah pohon oak yang berumur sekitar 200 tahun. 

Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa tiba di lokasi kejadian untuk menunjukkan rasa duka cita. Otoritas pulau tersebut pun mengumumkan masa berkabung selama tiga hari. Sousa mengatakan, semua warga Portugal ikut berduka atas apa yang terjadi di Madeira.

Marcelo pun dijadwalkan mengunjungi lokasi bencana serta sebuah rumah sakit. Madeira adalah tempat berlibur yang terkenal di kalangan wisatawan Eropa. Pulau itu adalah pulau terbesar dari gugusan pulau di Samudra Atlantik.

Peziarah yang berkumpul di luar sebuah gereja yang berlokasi di perbukitan kota itu, untuk memperingati festival Katolik tahunan yang berlangsung, Selasa (15/8/2017). Hari itu merupakan hari libur.

Selain itu, mereka memperingati festival Lady of the Mount yang merupakan perayaan terbesar di pulau tersebut. Menurut situs pemerintah daerah Funchal, pohon yang roboh pada sekitar pukul 11.00 waktu setempat atau kira-kira pukul 18.00 WIB berada di Fountain Square.

Di tempat itu terdapat tempat suci umat Katolik dan monumen lainnya, yang dinaungi pohon-pohon. "Saya mendengar suara keras berdentum dan ketika saya melihatnya, pohon itu sudah tumbang."

"Namun itu berlangsung cepat dan orang-orang mulai berlari. Dan mereka yang tidak bisa berlari terperangkap di bawah pohon," kata seorang saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya. "Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah kita lupakan," ujar warga lainnya.

"Suaranya terdengar seperti tembakan dan kami sempat menoleh lalu berlari saat kami menyadari ada orang-orang terperangkap di bawah pohon itu."

Setelah kecelakaan ini, para petugas layanan darurat memenuhi tempat tersebut untuk memberikan pertolongan. Pedro Ramos, Sekretaris Kesehatan Pemerintah Daerah Madeira, mengatakan, orang-orang yang terluka adalah warga Jerman, Hungaria, dan Perancis.

Para saksi yang dikutip oleh stasiun televisi Portugal RTP mengatakan, pohon yang tumbang itu sudah diikat selama dua tahun, karena batang pohonnya sudah rapuh.

Presiden de Sousa mengaku. bukan kapasitas dia untuk berpendapat mengenai tanggung jawab atas bencana tersebut. Menurut dia, hal ini adalah masalah bagi pemerintah daerah. "Presiden menyampaikan rasa solidaritasnya untuk korban dan keluarganya," kata dia.

Festival tahun ini seharusnya lebih istimewa karena, situs berita Portugal Publico mencatat, acara tahun lalu harus dibatalkan karena kebakaran hutan.

 (Glori K. Wadrianto)

Berita ini telah diterbitkan Kompas.com dengan judul "Pohon Tumbang Timpa Para Peziarah, 13 Tewas"

Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved