Rabu, 15 April 2026

Ini Pesan Walikota untuk Tiga BUMD di Kota Tepian

Untuk itu, BUMD juga dituntut memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, dan berkontribusi dalam pembangunan.

Penulis: Rafan Dwinanto |
tribunkaltim.co/rafan arif dwinanto
Salah satu IPA PDAM di Teluk Lerong, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur yang mengalami gangguan air baku 

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.Co, SAMARINDA - Sebagai perusahaan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dituntut untuk menghasilkan laba.

Meski demikian, BUMD juga memiliki peran sebagai kepanjangan tangan pemerintah, dalam urusan bisnis.

Untuk itu, BUMD juga dituntut memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, dan berkontribusi dalam pembangunan.

Hal ini diungkapkan Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, kepada tiga BUMD milik Pemkot Samarinda.

Tiga BUMD tersebut yakni Perusahaan Daerah (PD) Pergudangan dan Aneka Usaha (PAU), PDAM Tirta Kencana, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Baca: Sudah Idealkah Berat Badan Anda? Coba Hitung Yuk dengan Rumus Ini

Baca: Luhut Pandjaitan Pernah Tawarkan Proyek Pemerintah kepada Gibran, Begini Jawaban Putra Sulung Jokowi

Baca: Begini Penampilan Anniesa dan Kiki Hasibuan saat Kasus First Travel Dirilis

"Maksud saya, BUMD itu bukan hanya sekedar memberikan kontribusi bagi PAD (pendapatan asli daerah). Tapi lebih dari itu. Yang paling utama adalah pelayanan bagi masyarakat. Tidak perlu berpikir untuk mendatangkan profit besar, kalau pelayanan bagi masyarakat dikesampingkan," kata Jaang.

 Contohnya, kata Jaang, yakni PDAM yang ditarget memberi kontribusi Rp 2 miliar ke kas daerah.

Lebih dari itu, menurut Jaang, PDAM harus terus memperhatikan kualitas pelayanan.

Tidak hanya masalah sambungan air bersih.

Tetapi juga kepastian soal aliran air setiap hari.

Sedangkan PD PAU, kata Jaang, harus pro aktif memperhatikan stok barang di Pergudangan.

Dengan demikian, bisa mengetahui kondisi ketersediaan bahan kebutuhan pokok untuk Kota Tepian. Karena, kelangkaan salah satu komoditi pokok bisa berimbas terhadap inflasi.

 "Sementara untuk BPR supaya diperhatikan soal kredit bagi warga. Jangan sampai mereka terjebak dalam permainan rentenir," kata Jaang. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved