Soccer Style
Ketika Sentuhan Ciamik Zizou Merubah Wajah Real Madrid
Bahkan, Zizou, sapaannya, malah membuang tiga pemain andalan Real Madrid ke klub lain.
TRIBUNKALTIM.CO - Awal musim 2017-2018 seakan menjadi waktu yang aneh untuk Real Madrid.
Mengapa aneh?
Ya, Madrid yang kerap dicap sebagai tim kaya pengangkut pemain bintang nan mahal di bursa transfer sekarang berubah menjadi klub super irit di tangan Zinedine Zidane.
Di tangannya, Madrid menjadi lebih pasif dalam bursa transfer musim 2017-2018.
Bahkan, Zizou, sapaannya, malah membuang tiga pemain andalan Real Madrid ke klub lain.
Alvaro Morata, James Rodriguez, dan Danilo harus angkat kaki dari Los Blancos di bursa transfer musim 2017-2018.
Tentu saja gambaran dan pandangan orang mengenai Real Madrid mengenai tim yang suka belanja besar-besaran harus diubah mulai hari ini.
Di tangan Zidane, Real Madrid hanya membeli pemain-pemain muda seperti Theo Hernandez dan Dani Ceballos.
Bahkan bila mundur ke musim 2016-2017, Real hanya membeli satu pemain saja yakni Alvaro Morata yang kini justru dilepas ke Chelsea.
Baca juga:
Wow, Unggulan Teratas Kandas di Tangan Tunggal Putri Indonesia Ini
Inilah Dua Pernyataan Penting Floyd Mayweather Setelah Menang TKO Atas Conor McGregor
McGregor Bertahan Hingga 10 Ronde, Mayweather: Taktik untuk Menahan dan Memaksanya Kelelahan
Satria Tama Curhat Begini dengan Sang Kakak, Nggak Ada Bully, Kita Bangga Sama Kamu
Video ini Buktikan Tim Bulu Tangkis Putri Dicurangi saat Lawan Malaysia, Lihat Detik ke 40
Gaya Alim Pebulutangkis Indonesia Menuai Sorotan, dari Menutup Aurat Sampai Duduk saat Minum
Memang sulit dimengerti, mengapa Zidane justru membeli pemain-pemain muda daripada pemain bintang.
Tapi, pelatih asal Prancis ini sebelumnya pernah mengatakan bahwa Real Madrid memiliki skuat yang terlalu gemuk.
Bahkan tak jarang, Zidane mengaku pusing untuk menentukan starter Real Madrid di tiap pertandingan.
Mungkin alasan itu yang kemudian membuat Zidane memilih untuk membuang beberapa pemain bintang yang kurang "potensial" dalam skuadnya.
Untuk alasan membeli pemain muda, bisa jadi, pelatih berkepala pelontos ini "ketagihan" untuk membesarkan pemain-pemain muda di Real Madrid.
Bukan tanpa alasan tentunya.
Saat ini Zidane sukses memetik buah kesuksesannya dalam "membesarkan" pemain muda.
Marco Asensio yang selalu dipercayanya mampu mengemban tanggung jawab besar ketika diturunkan oleh Zidane.
Barcelona, tim raksasa yang diperkuat "dewa sepak bola" sekelas Lionel Messi harus rela kebobolan di leg pertama dan leg kedua Piala Super Spanyol musim ini oleh Asensio.
Anomali yang diterapkan Zidane pada Real Madrid tentu membuat kita semua heran.
Biasanya, Madrid membeli seorang pemain bintang yang mahal tanpa sebuah alasan jelas.
Seperti saat era Los Galacticos, El Real hanya menumpuk pemain-pemain bintang dengan harga selangit demi alasan mendapatkan gelar dengan cara yang lebih bergengsi.
Mengelola pemain muda pun sebelumnya Real Madrid dianggap sangat jauh tertinggal dari Barcelona, Bayern Muenchen, dan Manchester United.
Tapi kebiasaan menumpuk pemain bintang dan mendiamkan pemain mudanya sudah berubah di tangan Zidane.
Baca juga:
Inilah Catatan 10 Pertemuan Terakhir Liverpool dan Arsenal di Premier League
Lolos ke Partai Puncak, Ini yang Bikin Malaysia Percaya Diri Hadapi sang Juara Bertahan
Pemain Mitra Kukar ini Sampaikan Maaf Gagal Bawa Indonesia Juara, Respon Netizen Mengejutkan
Wow! Orang Malaysia Juluki Pemain Ini Dani Alves-nya Indonesia
Selain Pencetak Gol, Ini Sosok Kunci Malaysia yang Bikin Ezra Walian dkk tak Berkutik
Begini Sikap Netizen Malaysia Lihat Timnas Indonesia Menangis saat Nanyikan Lagu Kebangsaan
Kali ini, Los Blancos berubah menjadi sebuah tim yang mempercayai pemain-pemain akademi klub.
Contohnya di Piala Super Eropa musim ini ketika menghadapi Manchester United, Real Madrid tidak tanggung-tanggung menurunkan empat pemain asli akademi Castilla seperti Marco Asensio, Casemiro, Lucas Vazquez, dan Dani Carvajal.
Begitu juga ketika menghadapi Barcelona di Piala Super Spanyol, El Real juga menurunkan pemain-pemain dari akademinya.
Zidane juga lebih memilih mengalah ketika tawarannya pada Kylian Mbappe, Ousemane Dembele, dan David De Gea dipersulit klub asal mereka.
Biasanya dengan harga berapapun, Real Madrid akan terus berusaha demi mendapatkan pemain yang diinginkannya.
Meski dianggap gencar mendapatkan ketiganya, tapi ternyata itu hanya sebatas isu karena realitanya Real Madrid tidak membeli siapapun kecuali pemain-pemain muda yang disebutkan di atas tadi.
Bahkan musim lalu Zidane lebih memilih "kalah" ketika bersaing dengan Manchester United untuk datangkan seorang Pogba.
Zidane menganggap, tuntutan Juventus sangat berisiko mengancam stabilitas tim karena Juve menginginkan uang sebesar 120 juta euro dan Toni Kroos untuk dibarter dengan Pogba.
Mungkin musim ini Zidane juga enggan jor-joran melakukan belanja pemain karena takut stabilitas timnya akan terganggu.
Zidane tidak ingin membeli banyak pemain karena dirinya sudah cukup puas dengan skuad yang dimilikinya musim lalu.
Mempertahankan Liga Champions dan menghancurkan dominasi Barcelona di Liga Spanyol sudah dianggapnya lebih dari cukup, terlebih lagi skuadnya dianggap sudah solid dalam segi teknis.
Permainan Madrid juga tidak melulu bergantung dengan trio BBC-nya (Bale, Benzema, dan Cristiano Ronaldo).
Musim 2016-2017, Bale mengalami cedera panjang dan Zidane dituntut melakukan rotasi yang berkepanjangan pula.
Dalam skuadnya Zidane menganggap pemainnya sama rata dan tidak membeda-bedakannya.
Keputusan yang paling gila adalah dengan membangku cadangkan Cristiano Ronaldo berkali-kali musim lalu.
Meski Ronaldo sempat marah, Zidane tidak takut karena menurutnya kebugaran Ronaldo sangat dibutuhkan di laga-laga besar.
Itulah yang menjadi salah satu kunci kesuksesan Zidane musim ini yakni bisa mengelola kebugaran Ronaldo dengan baik.
Di mata Zidane sendiri membeli pemain baru dengan biaya yang sangat mahal bisa saja malah merusak stabilitas dan kesolidan tim yang dimilikinya.
Stigma orang-orang mengenai keborosan Real Madrid, tidak percaya pada pemain muda, dan tergantung pada pemain tertentu, saat ini mungkin saja berubah karena faktor pelatih berdarah Aljazair itu. (Bolasport.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/zinedine-zidane_20170827_182519.jpg)