Iriani Ditemukan Tewas di Sungai Lawe-lawe Tanpa Busana
Sementara untuk memastikan kematian korban, Polres PPU membawa jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk dilakukan pemeriksaan.
Penulis: Samir | Editor: Syaiful Syafar
Laporan wartawan TribunKaltim.co, Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Seorang warga RT 06 Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Iriani,30, ditemukan tewas mengapung di Sungai Lawe-lawe, Selasa (29/8/2017) sekitar pukul 15.00 Wita.
Bahkan saat ditemukan kondisi korban tanpa mengenakan pakaian.
Sementara untuk memastikan kematian korban, Polres PPU membawa jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk dilakukan pemeriksaan.
Baca: Iwan Tjahyadikarta, 1 dari 9 Naga Indonesia Dimakamkan, 5 Istri Saling Ketemu, Begini yang Terjadi
Kapolres AKPB Teddy Ristiawan saat ditemui di ruang mayat RSUD PPU menjelaskan, warga menemukan korban sudah tewas mengapung di Sungai Lawe-lawe tanpa busana.
Menurutnya, sebelum ditemukan korban meninggalkan rumah di RT 06 Lawe-lawe.
Namun sehari sebelumnya, warga menemukan sejumlah pakaian yang diduga milik korban di salah satu pondok di kebun masyarakat.
Baca: Tragis! Kepala Sekolah Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Gantung Diri, Ini Pesan yang Ditinggalkan
Menurut informasi yang diterima dari kelurga korban kata Teddy, Iriani ini mengidap menyakit gangguan jiwa, karena sebelumnya sempat mendapat perawatan di rumah sakit jiwa di Samarinda.
Namun korban baru tiga minggu keluar dari rumah sakit dan akhirnya ditemukan tewas.
Baca: Ketua DPRD Balikpapan: Mekkah Saja Banjir, Apalagi Balikpapan
Ia mengatakan, korban selama ini memang dikenal mengidap penyakit gangguan jiwa dan setiap penyakit kambuh selalu telanjang.
"Jadi bukan hanya korban yang mengalami gangguan jiwa, maaf ya kakak dan ibunya juga mengalami penyakit yang sama," ujarnya.
Baca: Dramatis, Begini Upaya Evakuasi Seorang Nenek dari Rumahnya, Warga: Hujan Sedikit Langsung Banjir
Teddy mengatakan, untuk memastikan kematian korban akan dilakukan pemeriksaan dari dokter RSUD PPU.
Bila ditemukan adanya tindak kekerasan maka akan dilakukan otopsi, namun bila tidak ditemukan adanya tindak kekerasan, maka mayat korban akan diserahkan kepada pihak keluarga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kapolres-ppu-akbp-teddy-ristiawan-saat-melihat-mayat-iriani_20170829_223902.jpg)