Mahasiswa Lapor Kran Air Rusak kepada Bupati Yusriansyah Syarkawie

Mahasiswa Paser di Samarinda melaporkan kran bocor di asrama saat Bupati H Yusrianyah Syarkawaie dan Ketua Dewan berkunjung. Jadi heboh.

Sarassani/ Tribun kaltim
Bupati Paser Yusriansyah Syarkawie dan Ketua DPRD Paser H Kaharuddin serta rombongan berfoto bersama dengan mahasiswa dan mahasiswi Paser di Samarinda, Selasa (29/8). 

TANA PASER, TRIBUN – Kunjungan Bupati Paser Yusriansyah Syarkawie dan Ketua DPRD Paser H Kaharuddin bersama rombongan ke asrama mahasiswa dan asrama mahasiswi Paser di Samarinda, Selasa (29/8).

Pertemuan ini menjadi ajang curhat mahasiswa dan mahasiswi terkait permasalahan asrama yang mereka huni.

Mulai dari gangguan keamanan, kerusakan pintu, jendela, septic tank buntu sampai kran air yang rusak dilaporkan semua.

Bupati Paser Yusriansyah Syarkawie dan Ketua DPRD Paser H Kaharuddin serta rombongan berfoto bersama dengan mahasiswa dan mahasiswi Paser di Samarinda, Selasa (29/8).
Bupati Paser Yusriansyah Syarkawie dan Ketua DPRD Paser H Kaharuddin serta rombongan berfoto bersama dengan mahasiswa dan mahasiswi Paser di Samarinda, Selasa (29/8). (Sarassani/ Tribun kaltim)

Terhadap laporan tersebut, Yusriansyah berjanji akan memprogramkan kegiatan yang pembiayaannya memungkinkan diakomodir di APBD Perubahan 2017, sedangkan perbaikan skala besar akan diupayakan di 2018.

Baca: Soal Permohonan Pencairan Hibah Rp 2,8 M, Masjid di Paser Ini Sudah Serahkan Suratnya

Baca: Kejaksaan Paser Sosialisasi Pengawasan Pengunaan Dana Desa

Yusriansyah juga berharap agar mahasiswa meningkatkan silaturahmi dengan masyarakat sekitarnya, sehingga mahasiswa akan merasa seperti kampung halaman sendiri.

“Untuk legalitas alas hak atas tanah asrama ini, nanti Bidang Aset BPKAD yang berkordinasi dengan instansi terkait,” kata Yusriansyah meberikan solusi terhadap klaim oknum warga atas tanah asrama.

Dalam kunjungan itu, Yusriansyah menceritakan pengalamannya saat kuliah di Samarinda. Dulu, ia menempati rumah warga yang disewa pemerintah daerah untuk asrama.

Baca: Fathur Rahman Prihatin Angka Perceraian Kabupaten Paser Mencapai 865 Kasus

Baca: VIDEO – Kawasan Waru Penajam Paser Utara Dilanda Banjir Hingga Warganya Tidak Dapat Memasak

“Rumah itu di Karang Mumus, rumah bangunan dari kayu itulah fasilitas asrama yang harus kita terima apa adanya,” ucapnya.

Namun Yusriansyah mengaku sangat bersyukur bisa melanjutkan pendidikan karena sebagian teman-temannya tidak bisa kuliah karena tidak punya biaya.

“Meski di masa serba keterbatasan, fasilitas yang diberikan pemerintah itu sudah sangat kami syukuri,” tambahnya. (*/aas)

Penulis: Sarassani
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved