Annas Balikpapan Minta Pemkot Balikpapan Waspadai Syaih, Ini Alasannya

Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Kota Balikpapan Fajar Siddik meminta Pemkot Balikpapan terus mewaspadai ancaman bahaya Syiah

TRIBUN KALTIM/KHOLISH CHERED
Caption: Suasana Deklarasi dan Tabligh Akbar Aliansi Nasional Anti Syi'ah (Annas) Kota Balikpapan, di Masjid Agung At-Taqwa, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Minggu (8/3/2015). Tampak KH Jailani, Imam Masjid Istiqamah, menyampaikan paparan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Kota Balikpapan Fajar Siddik meminta Pemkot Balikpapan terus mewaspadai ancaman bahaya Syiah. Pasalnya, Syiah belum banyak diketahui masyarakat luas.

Hanya saja sebagaimana dilihat di luar negeri Syiah ingin menegakkan Persia Raya dengan bulan sabit dimana gerakannya dimulai dari Irak, Lebanon, Suriah, Yaman dan Bahrain.

Baca: VIDEO - Pembagian Daging Kurban di Islamic Center Samarinda, Nyaris Rusuh

"Bahaya Syiah ini belum banyak yang tahu, cuma apa yang sudah kita lihat di luar negeri. Mereka ingin menegakkan Persia Raya dengan bulan sabit dimana kejadiannya ada dimulai dari Irak, Lebanon Suriah yang terakhir Yaman yang sedang digoyang-goyang di Bahrain. Kita di Indonesia sebagian besar mungkin banyak sekali yang tidak paham terhadap cita-cita Persia Raya. ini ada rencana untuk mengubah ideologi Pancasila,"katanya.

Disebutkan, rukun iman Syiah ini berbeda dengan rukun Islam, dimana dalam rukun Iman di Syiah ini justru tentang penguasaan wilayah untuk bisa dikembangkan atau Al Wilayah. Al Wilayah menjadi objek dasar mereka untuk pengembangan,

"Al wilayah ini yang menjadi objek yang menjadi dasar mereka untuk pengembangan siapapun juga namanya sudah diusahakan mulai dari zaman dahulu Syiah itu sudah ada mulai dari Sayyidina Ali itu sudah ada Syiah," katanya.

Baca: Kucing Merah Terancam Punah, Jenis Kucing Jarang Ditemukan di Dunia

Disampaikan, untuk di Balikpapan khususnya para imigran merupakan kasus yang berbeda lagi karena ini tingkatnya tingkat internasional.

"Yang jelas kalau di rudenim ketidakadilan yang saya sampaikan apa bedanya pengungsi rohingya dengan pengungsi yang sekarang ini ditempatkan di tempat-tempat yang mewah ini kan berarti kan tidak adil. Seharusnya pemerintah peka melihat kondisi seperti ini. Fakta kenapa ini dibiayai, kenapa di Rohingya malah belum apa-apa sudah mulai disuruh balik lagi," katanya. (ald)

Penulis: Muhammad Alidona
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved