nvasi Militer Bukan Perkara Gampang

Tidak Ada Solusi Militer Yang Mudah Untuk Hentikan Ambisi Nuklir Korea Utara

Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, memperingatkan, tidak ada solusi militer yang mudah untuk menghentikan ambisi nuklir Korea Utara ( Korut).

Tidak Ada Solusi Militer Yang Mudah Untuk Hentikan Ambisi Nuklir Korea Utara
(AFP)
Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson 

TRIBUNKALTIM.CO, LONDON - Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, memperingatkan, tidak ada solusi militer yang mudah untuk menghentikan ambisi nuklir Korea Utara ( Korut).

Seperti dikutip The Guardian, Minggu (3/9/2017), Boris menyatakan, dekatnya jarak antara Pyongyang, ibukota Korut dan Seoul, ibukota Korea Selatan (Korsel) menjadi pertimbangan utama bahwa solusi militer bukanlah gagasan yang gampang dilaksanakan begitu saja.

“Di mata saya, tidak ada solusi militer yang gampang, tentu saja mudah untuk mengucapkan bahwa semua opsi ada di meja, namun saya benar-benar melihat itu bukan perkara yang sederhana,” ucap Boris.

Boris mengkhawatirkan, serangan ke Pyongyang akan berpotensi menghancurkan Seoul dan menewaskan banyak korban jiwa dari kalangan sipil.

“Mereka (Korut) dapat menyerang Seoul kapan pun, tidak perlu nuklir, cukup invasi militer biasa akan membinasakan banyak penduduk sipil,” lanjutnya.

Mantan wali kota London ini menyerukan untuk terus melanjutkan upaya diplomasi untuk meredam ketegangan di kawasan Asia Timur.

Boris juga mendesak agar China mengambil tindakan lebih keras terhadap rezim Kim Jong Un.

“Pesan Inggris terhadap China adalah untuk menjatuhkan sanksi ekonomi yang lebih berat terhadap Korut,” katanya.

Pada Minggu (3/9/2017) siang, Korut mengumumkan keberhasilan menggelar uji coba bom hidrogen.

Stasiun televisi resmi Korut mengabarkan, Korut telah berhasil membuat bom H (hidrogen) yang dapat dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua. Uji coba ini merupakan yang keenam sejak pertama kali dilakukan pada 2006.

Uji coba pertama dimulai pada October 2006, lalu kedua pada Mei 2009, ketiga pada Februari 2013, keempat dan kelima pada 6 Januari dan September 2016, dan keenam pada 3 September 2017. Semuanya dilakukan di lokasi pengujian di Punggye-ri, Korut.

Pengujian yang keenam ini diklaim mengalami kemajuan dibandingkan sebelumnya karena berhasil memasukkan bom hidrogen ke dalam ICBM.

Bom hidrogen tersebut merupakan senjata nuklir terkuat yang pernah diciptakan dengan daya ledak setara 100 kiloton TNT.

(Pascal S Bin Saju)
 

Berita ini telah diterbitkan Kompas,com dengan judul "Menlu Inggris: Invasi Militer ke Pyongyang Bukan Perkara Gampang"

Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved