Jelang Pendaftaran Tes CPNS Disnaker Bulungan Siapkan 2.000 Blanko Kartu Kuning

karena ada belasan titik rusak diantaranya akibat longsor, jaringan internet di beberapa wilayah Kaltim-Kaltara bermasalah

Jelang Pendaftaran Tes CPNS Disnaker Bulungan Siapkan 2.000 Blanko Kartu Kuning
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ALIDONA
Ilustrasi: Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Balikpapan menyediakan pengurusan pembuatan AK1 sementara (kartu pencari kerja/kartu kuning) di ajang Job Market Fair (JMF), 9-10 September 2015. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pendaftaran online penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di 60 kementerian/lembaga dan Pemprov Kaltara akan dimulai tanggal 11- 25 September 2017 mendatang.

Officer II Sales and Costumer Care Telkom Tanjung Selor Yoga Mahendra kepada Tribun, Kamis (7/9) mengungkapkan, pihaknya tak bisa menjamin bahwa selama masa pendaftaran tersebut, jaringan internet 100 persen aman.

Pasalnya, kata dia, ada hal-hal lain di luar masalah teknis yang berpotensi menyebabkan masalah jaringan. Di antaranya faktor alam. Khusus di wilayah Tanjung Selor, faktor kerusakan jaringan karena alam yang kerap terjadi adalah terjadinya tanah longsor.

Seperti baru-baru ini, ungkapnya, karena ada belasan titik rusak diantaranya akibat longsor, jaringan internet di beberapa wilayah Kaltim-Kaltara bermasalah hingga lebih dari 2 hari.

"Jadi kita nggak bisa menjamin kalau nanti jaringan internet bisa 100 persen aman," ungkapnya.

Yoga juga menuturkan, jika kondisi kerusakan jaringan tidak terlalu parah dan lokasi kerusakan mudah dijangkau, Tim Telkom biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 - 4 jam untuk melakukan perbaikan.

"Kadang lokasinya itu jauh, butuh waktu. Kalau penyambungannya masih bisalah kita optimalkan jadi 1 jam saja," ujarnya.

Dan hingga saat ini, Telkom Tanjung Selor belum menerima instruksi khusus terkait pelaksanaan pendaftaran online CPNS tersebut. "Sampai saat ini belum ada arahan khusus soal itu (penerimaan CPNS)," jelas Yoga.

Sementara itu, pengurusan Kartu Pencari Kerja/AK 1 atau biasa disebut kartu kuning di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bulungan yang ada di Jalan Kolonel Soetadji, Tanjung Selor, berjalan normal seperti biasa. "Masih normal. Biasanya kan kartu kuning ini diminta kalau sudah lulus," ujar M Zainal Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Bulungan, Kamis (7/9).

Untuk mengantisipasi adanya lonjakan permintaan kartu kuning, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 2.000 lembar blanko kosong. Jumlah sebanyak ini, terang Zainal, biasanya dihabiskan selama 1 tahun. "Saya rasa sudah aman itu (2.000 lembar). Soalnya formasi kan cuma 500," ujar Zainal.

Untuk persyaratan permohonan kartu kuning, menurutnya tidak terlalu ribet. Pencari kerja cukup membawa KTP dan keterangan domisili bagi pendatang dari luar daerah. Sebenarnya, kata Zainal, pencari kerja dari luar daerah yang datang tanpa membawa keterangan domisili, tetap bisa dilayani. Hanya saja, alamat yang dicantumkan dalam kartu kuning nantinya tetap sesuai dengan KTP yang ada. Dalam proses penerimaan CPNS, hal-hal seperti ini menurutnya harus diperhatikan.

"Kalau nggak ada keterangan domisili, kita buat alamat sesuai di KTP. Dari Pulau Jawa ya kita buat alamatnya di Pulau Jawa. Manatau nanti yang diminta itu harus sesuai tempat tinggal sekarang, bukan sesuai KTP. Kan jadi nggak diterima berkasnya," jelasnya.(*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved