Breaking News:

Owa Kelampiau, Monyet Paling Setia dengan Pasangannya

Gaya hidup Owa Kelempiau bisa diketahui dari ciri-cirinya yang suka bergelantungan di pohon-pohon tinggi dan lebat.

Penulis: Budi Susilo | Editor: Sumarsono
GRAFIS/TRIBUNKALTIM
Owa 

TRIBUNKALTIM.CO - Gaya hidup Owa Kelempiau bisa diketahui dari ciri-cirinya yang suka bergelantungan di pohon-pohon tinggi dan lebat. Owa sangat tidak berselera untuk banyak menghabiskan waktu di lapisan tanah atau pinggiran sungai atau pesisir laut.

Lokasi favorit Owa Kelempiau di hutan hujan, yang hidupnya bergelantungan dari satu pohon ke pohon yang lain. Lintasan jalan Owa Kelempiau adalah pohon-pohon. Vegetasi hijau dianggap sebagai jalur yang sangat tepat, asyik.

Maslim Asingkly, peneliti The Wildlife Conservation Society Indonesia wilayah Kaltim menyebutkan, primata yang sering berada di pepohonan sering diistilahkan arboreal atau lebih banyak hidup di atas pohon. Selain Owa, ada yang sama seperti ini yakni Bekantan dan Orangutan.

Baca: Setelah Diguncang Gempa 8 SR, Negara Ini Juga Tertimpa Badai Katia

Ciri yang mencolok dari satwa arboreal ini adalah dari kedua lengannya. Ukuran lengannya panjang, yang secara lahir alamiah ini tercipta karena untuk memudahkan meraih satu pohon ke pohon lainnya.

Binatang arboreal biasanya memang ukuran tangannya panjang. "Kalau pindah dari satu pohon ke pohon lain bisa cekatan. Bisa cepat raih ranting pohon. Bisa cepat berjalan di pohon-pohon," katanya.

Karena itu, waktu hidupnya banyak di pohon-pohon, maka owa mengandalkan konsumsinya dari apa yang tersedia di atas pohon. Seperti halnya adalah buah. Maka tidak heran, Owa Kelempiau sangat menyukai makanan buah.

Biasanya, ditemukan dalam jumlah kelompok kecil yang terdiri dari satu jantan dewasa dan satu betina dewasa serta 1 sampai 3 anakan. Setiap kelompok ini dapat mempertahankan wilayahnya sekitar 20 sampai 30 hektare.

Baca: Owa Kelempiau, Monyet tak Berekor Penghuni Hutan Sungai Wain

Di lihat dari sisi seksualitas, satwa Owa ini masuk kategori binatang yang paling setia terhadap pasangan lawan jenisnya. Maslim menyebut owa binatang monogami, yang hanya kawin hanya pada satu pasangan saja.

Sifatnya yang monogami, tentu saja akan mempengaruhi jumlah populasinya. Ketika owa hilang terpisah jauh dengan pasangan awal, tentu saja akan sulit untuk melakukan perkembangbiakan.

Baca: VIDEO TEASER - Emirates Stadium Bagaimana Nasib Mu Nanti

"Pasangannya mati owa tidak mau kawin lagi dengan yang lain. Sangat sulit untuk melakukan penambahan satwa ini," tuturnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved