Harga Elpiji di Hulu Mahakam Naik Rp 15 Ribu, Ini Pemicu Mahalnya Elpiji

Harga gas elpiji ukuran 3 kg di kawasan Hulu Mahakam naik Rp 15 ribu dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 20 ribu.

Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Sumarsono
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR
Warga antre untuk membeli elpiji 3 Kilogram 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Harga gas elpiji ukuran 3 kg di kawasan Hulu Mahakam naik Rp 15 ribu dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 20 ribu. Namun ketersediaan tabung gas melon masih tercukupi. Kenaikan gas elpiji ini terjadi dalam sepekan terakhir.

Dian, warga Kembang Janggut mengaku membeli elpiji 3 kg dengan harga Rp 35 ribu, padahal normalnya hanya Rp 20 ribu. "Harga elpiji naik sudah seminggu ini, malah saya dengar dari saudara saya di Kubar stok elpiji malah kosong di sana," kata Dian, Senin (11/9).

Bahkan, kenaikan elpiji juga terjadi di wilayah Tenggarong. Sri, warga Tenggarong, baru saja membeli gas elpiji 3 kg seharga Rp 25 ribu, padahal sebelumnya Rp 23 ribu.

Baca: VIDEO – Polisi Gebukin Mahasiswa Saat Aksi Demo Banjir di Depan Kantor Pemkot Balikpapan

Jauh sebelum ada kenaikan ini, wilayah Hulu Mahakam sudah mengalami kenaikan untuk harga sembako, termasuk gas elpiji. Hal ini dikeluhkan sejumlah warga di Hulu Mahakam. Kenaikan ini dipengaruhi kondisi akses Jalan Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun, yang rusak parah. Sehingga mobil pengangkut sembako tidak bisa lewat Jalan Sebelimbingan, tapi harus menggunakan feri. Ini membuat harga kebutuhan pokok membengkak.

"Ini masih harga di Kembang Janggut, belum sampai ke Tabang sana, bisa lebih mahal lagi," tuturnya.

Yenny, warga Ritan, Kecamatan Tabang, mengaku harga elpiji di Tabang mencapai kisaran Rp 35 ribu-Rp40 ribu, padahal harga normalnya hanya Rp 25 ribu. "Tapi stok elpji masih banyak saya lihat di beberapa toko," ujar Yenny.

Baca: Kasus Penyeroyokan Wartawan, Tim Kuasa Hukum Minta Usut Sampai Pengadilan

Selain gas elpiji, kenaikan ini juga diikuti dengan melambungnya harga sembako, seperti beras dan gula. Harga beras 25 kg mencapai Rp 265 ribu, padahal sebelumnya Rp 230 ribu. Sedangkan harga gula yang semula Rp 12,5 ribu/kg, kini menjadi Rp 14 ribu/kg. Supriadi, warga Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, juga mengeluhkan harga gas elpiji yang melambung. Ia baru membeli gas elpiji 3 kg seharga Rp 30 ribu.

"Kalau di Kenohan, harga gas elpiji saat ini berkisar Rp 27 ribu hingga Rp 30 ribu, padahal harga normalnya Rp 23 ribu-Rp 24 ribu. Kalau di Tabang sana, harganya bisa lebih Rp 30 ribu," tuturnya.

Menurutnya, biaya angkut menggunakan feri jauh lebih mahal sehingga berdampak pada kenaikan harga gas elpiji. Sekedar diketahui, akses Jalan Sebelimbingan yang rusak parah dikeluhkan warga dan pengguna jalan.

Baca: Gagal Menang Lawan Bali United di Kandang, Iwan Setiawan Kritik Kualitas Wasit Asing

Kondisi banjir beberapa bulan lalu membuat Jalan Sebelimbingan digenangi air dan susah ditembus kendaraan. Ada beberapa titik jalan putus dari Jalan Sebelimbingan menuju Tuana Tuha. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved