Pemkot Balikpapan Sebut Ada 25 Pengembang Nakal, Ditandai dengan Plang

Pemerintah Kota Balikpapan menyebutkan ada 25 pengembang nakal yang sudah masuk laporan.

Pemkot Balikpapan Sebut Ada 25 Pengembang Nakal, Ditandai dengan Plang
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
TINJAU BANJIR - Walikota Balikpapan Rizal Effendi dan jajaran meninjau kondisi banjir di kawasan Jl Beller Balikpapan, Selasa (29/8). 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah Kota Balikpapan menyebutkan ada 25 pengembang nakal yang sudah masuk laporan. Jika tidak mengikuti peraturan yang ada, lahan pengembang akan ditandai dengan memberikan plang pemberitahuan bahwa pengembang tidak sesuai peraturan, Senin (11/9)

"Izin itu awal, orang sudah dapat izin baru melakukan kegiatan. Izin lokasi dulu keluar, setelah izin lokasi diperbolehkan untuk membangun di kawasan itu, karena tata ruangnya bisa membangun, kemudian izin lain-lain, " katan Sayid MN Fadli, Sekretaris Daerah Pemkot Balikpapan.

Dalam pelaksanaan pengembang tidak melaksanakan hal tersebut. Hasil identifikasi tim yang diturunkan di bawah koordinasi Asisten I bahwa ada 25 nama pengembang.

"Pengembang yang teridentifikasi akan dibina oleh tim, dengan batas waktu Oktober, November dan Desember, sesuai aturannya. Ada yang kena Oktober, November dan Desember. Itulah yang sedang dimonitor tim," ujar Fadli.

Bisa saja pengembang yang bersangkutan atas rekomendasi tim belum juga melakukan pembenahan-pembebanahan, bisa saja akan dilakukan pencabutan izin, dan penyetopan pekerjaan.

"Kalau tidak melakukan pembenaran, ada beberapa pengembang batas waktunya hingga Desember, 25 pengembang ini tersebar di Balikpapan. Saya lupa nama-namanya," ungkapnya.

Kabag Pemerintahan Masrani menyebutkan, penanganan masalah banjir ini butuh proses, tidak bisa cepat.

"Kita sudah mengetahui, ini kan sudah demo kedua kalinya. Pertama di kantor DPRD, saya juga hadir. Semua ini butuh proses, pemkot tidak tutup mata mengenai banjir. Tetap akan dilaksanakan namun memang butuh proses. Kita sudah turun ke lapangan, bersama instansi terkait," kata Masrani di depan perwakilan mahasiswa yang melakukan aksi demo.

Masrani menyebutkan, pemkot akan memberikan plang kepada lahan pengembang yang nakal. Bangunan atau pengembang yang tidak memiliki izin akan diberikan tanda.

"Kita akan memberikan plang bagi pengembang yang nakal jika tidak mengikuti peraturan pemerintah. Prosesnya sedang berlangsung, saat ini sedang pendataan. Lurah dan Camat diminta membersihkan dan memantau warganya," ujar Masrani.

Ia menyebutkan, pemicu banjir lantaran penduduk Balikpapan sudah bertambah terus, sekarang ini sudah 760 ribu penduduk Kota Balikpapan terdata.

"Itu yang tercatat, belum yang tidak. Kami sudah memberitahukan lewat pengumuman, agar warga tidak membuang sampah ke selokan maupun parit. Tapi tetap saja ada yang buang, sehingga menumpuk dan menyebabkan banjir," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Alidona
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved