Edisi Cetak Tribun Kaltim

DPRD Sebut Ada Dugaan Pungli di Tol Laut Sebatik

Tarif bongkat muat dinilai sangat tinggi. Menurut dia, biaya angkut tol laut hanya Rp 317.000 per ton barang.

DPRD Sebut Ada Dugaan Pungli di Tol Laut Sebatik
Tribun Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah pengusaha pengguna jasa angkutan barang di Pelabuhan Sungai Pancang, Pulau Sebatik keberatan dengan mahalnya tarif bongkar muat kapal tol laut.

Mereka pun mengadukan persoalan tersebut ke DPRD Kabupaten Nunukan.

Jambi, salah seorang pengusaha di Pulau Sebatik mengaku untuk mengangkut material bangunan dari Surabaya, dikenakan tarif lebih Rp 6 juta untuk menurunkan barang seberat 5 ton.

Baca: 5 Syarat Nyeleneh Bagi Pendaftar CPNS 2017, Nomor 4 Bikin Galau Banyak Wanita

"Saya beli semen, besi, stainlees, bata ringan dan beberapa lainnya," ujarnya.

Tarif bongkat muat dinilai sangat tinggi. Menurut dia, biaya angkut tol laut hanya Rp 317.000 per ton barang.

Selain menilai tarif yang dikenakan begitu tinggi, dia juga menyayangkan karena proses pembayaran sangat tidak transparan.

"Kuitansi pembayarannya tidak mencantumkan rincian harga, tetapi dipukul rata. Padahal ini pengangkutan barang bersubsidi," kata Jambi.

Muhammad Yahya, pengusaha lainnya juga mengeluhkan mahalnya tarif angkutan di kapal tol laut. Satu unit boks mesin penjual BBM atau Pertamini dengan tinggi tidak sampai 2 meter lebarnya kurang dari 1 meter, ongkos angkutnya Rp 1 juta.

Baca: Pelaku Pembakaran Pesantren Darul Quran Siswa Sekolah Sendiri, ini Alasan Mereka Melakukannya

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved