Jika Kolusi Trump dan Rusia Terbukti

Jika Kolusi Trump dan Rusia Terbukti, Tak Tertutup Kemungkinan Hillary Gugat Hasil Pemilu 2016

Mantan Calon Presiden Amerika Serikat Hillary Clinton menggegerkan publik. Dia mengaku tak menutup kemungkinan menggugat hasil pemilihan presiden 2016

(AFP PHOTO)
Hillary Clinton menandatangani memoarnya yang berjudul What Happened 

TRIBUNKALTIM.CO, NEW YORK - Mantan Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton menggegerkan publik. Dia mengaku tak menutup kemungkinan untuk menggugat hasil pemilihan presiden 2016.

Diwawancarai oleh media NPR seperti dikutip CNN, Selasa (19/9/2017),Hillary ditanya apakah dia tidak akan menggugat legitimasi pilpres jika kolusi antara Rusia dan Donald Trump terbukti.

Hillary menjawab, dia mungkin saja menggugat hasil pemilu tersebut. “Saya tidak menutup kemungkinan itu,” ucap mantan Menteri Luar Negeri AS itu.

Namun Hillary juga mengakui, belum ada preseden legal untuk kasus semacam ini. “Saya tidak tahu apakah ada metode konstitusional,” kata dia.

Hillary melanjutkan, ada kejadian di sejumlah negara di mana hasil pilpres dibatalkan karena kecurangan. Tentu saja, pernyataan Hillary ini mengagetkan.

Masih terlintas dalam pidato kekalahannya ketika dia mengatakan bahwa rakyat AS harus menerima hasil pemilu dan bergerak maju ke depan.

"Kita harus menerima Trump dengan pikiran terbuka dan memberinya kesempatan untuk memimpin negeri ini," kata Hillary ketika itu.

Sekarang, setelah 10 bulan pasca-kekalahan mengejutkan yang mengguncang dunia, Hillary mulai tampil kembali di muka publik.

Politisi yang akan berusia 70 bulan depan itu baru saja meluncurkan memoarnya berjudul “What Happened”.

Di dalam buku itu dia mengulas kekalahannya dari sudut pandangnya.

Halaman
12
Editor: Maturidi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved