Breaking News:

Sistem Mahakam Milik PLN Kaltim Kelebihan Listrik 131 MW, Begini Tawaran untuk Dunia Usaha

"Coba dihitung saja sekali byarpet berapa ruginya. Kemudian dibandingkan dengan pengehematan yang bisa dilakukan jika menggunakan listrik PLN".

TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO
Manager Perencanaan Wilayah PLN Kaltimra, Agung Surana, menjelaskan Kaltim saat ini surplus listrik 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Daya listrik yang dimiliki PLN di Sistem Mahakam surplus 131 Megawatt (MW).

Saat ini, beban puncak di sistem yang melayani Balikpapan, Samarinda, Kukar dan Bontang ini mencapai 363 MW.

Hal ini diungkapkan Manajer Perencanaan  Wilayah PLN Kaltimra, Agung Surana, usai mengikuti Deseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional, Periode Agustus 2017, Rabu (20/9/2017), di Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim.

"PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) Teluk Balikpapan sudah masuk Sistem Mahakam. Kapasitasnya 2 x 110 MW. Ini yang membuat kita sekarang surplus 131 MW," kata Agung.

Jika digunakan untuk sambungan rumah tangga, listrik sebanyak 131 MW ini setidaknya bisa menerangi sekitar 130 ribu unit rumah. Rinciannya, satu rumah menggunakan daya 1.000 watt.

Kelebihan listrik ini membuat PLN mengajak kalangan industri untuk menggunakan listrik dari PLN.

Alasannya, harga listrik yang ditawarkan PLN untuk industri, jauh lebih murah dibandingkan industri menggunakan generator set (genset) pribadi.

"Pakai genset, biaya produksinya per KWH itu sekitar Rp 2.000. Sedangkan jika pakai listrik PLN, biayanya hanya Rp 1.200 per KWH," ungkap Agung, berpromosi.

Selain itu, pengggunaan genset berbahan bakar solar juga memerlukan ruangan khusus. Belum lagi gangguan suara yang ditimbulkan dari mesin genset.

Agung juga menjelaskan, tiap tahun, kemampuan genset menghasilkan listrik terus menyusut.

"Pertama katakanlah 5 MW. Tahun berikutnya sudah menurun sekian persen. Kemudian bahan bakarnya menjadi lebih boros dan akhirnya tidak bisa dipakai," katanya.

 Lantas, bagaimana dengan kualitas layanan listrik PLN, yang berpotensi byarpet?

"Coba dihitung saja sekali byarpet berapa ruginya. Kemudian dibandingkan dengan pengehematan yang bisa dilakukan jika menggunakan listrik PLN," ucap Agung. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved